47 Kendaraan Belum Bayar Pajak Terjaring Razia

Razia kendaraan bermotor tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, terhitung mulai 9 Agustus 2022.

Editor: suhendri
Bangka Pos/Rizky Irianda Pahlevy
RAZIA - Personel Satlantas Polres Pangkalpinang menggelar razia kendaraan di Jalan Soekarno Hatta, Pangkalpinang, Rabu (10/8/2022). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Sebanyak 47 kendaraan bermotor yang belum membayar pajak terjaring razia yang dilakukan Salantas Polres Pangkalpinang dan tim gabungan di Jalan Soekarno Hatta, Pangkalpinang, Rabu (10/8/2022).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 32 merupakan kendaraan bermotor yang berasal dari DKI Jakarta, sedangkan 15 kendaraan lainnya berpelat nomor Bangka Belitung.

Selain itu, polisi juga mengeluarkan 18 berkas tilang. Rinciannya, 16 berkas diberikan kepada pengendara kendaraan roda dua, dan 2 berkas diberikan kepada pengendara kendaraan roda empat.

Razia kendaraan bermotor tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, terhitung mulai 9 Agustus 2022.

Nantinya, hasil razia ini akan dijadikan sebagai bahan evaluasi terkait program pemutihan pajak kendaraan bermotor yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 25 April-29 Juli 2022 lalu.

Kepala Seksi Pendaftaran, Pendataan, dan Penagihan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Bangka Belitung UPTB Pangkalpinang, Muhammad Elian, mengatakan, pihaknya terus berupaya mendata kendaraan bermotor yang belum membayar pajak.

"Makanya razia gabungan kita laksanakan karena kita tidak mempunyai kewenangan untuk memberhentikan pengendara di jalan. Kita kerja sama dengan lantas dan dishub. Kita bangun sinergi untuk melakukan tugas tersebut," ujar Elian saat ditemui di sela-sela razia, Rabu (10/8/2022).

Dia menyebutkan, dalam dua hari pelaksanaan razia, yakni Selasa (9/8/2022) dan Rabu (10/8/2022), masih banyak didapati kendaraan yang belum membayar pajak.

Padahal, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah memberikan kemudahan melalui program pemutihan pajak.

Oleh karena itu, kata Elian, pihaknya akan terus melakukan evaluasi terkait kelanjutan program pemutihan pajak kendaraan bermotor kedepan.

"Kita laksanakan razia setelah pemutihan berarti kita bisa menilai seberapa efektif kegiatan pemutihan kita kemarin," ujarnya.

"Secara data keuangan ataupun catatan cukup tinggi dengan di jalan masih banyak ketemu yang belum bayar pajak. Artinya, ternyata potensi pajak kita bisa lebih tinggi dari rekor kemarin. Tetapi kalau razia ini sedikit, bisa kita bilang pemutihan kemarin sukses," tutur Elian.

Sebelumnya diberitakan, Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatatkan prestasi melalui program pemutihan pajak kendaraan di hari terakhir. Per Jumat (29/7/2022), tujuh UPT Bakuda Provinsi Babel menghasilkan pendapatan Rp4,7 miliar.

Kepala Bakuda Provinsi Babel Muhammad Haris mengatakan, angka itu merupakan rekor pendapatan terbesar dari pajak kendaraan bermotor (PKB) yang dihasilkan sejak provinsi ini berdiri.

Atas prestasi tersebut, Haris memberikan apresiasi kepada jajarannya yang sudah bekerja keras hingga malam hari sehingga pembayaran pajak mengalami peningkatan yang signifikan.

Menurut dia, pecahnya rekor tersebut disebabkan animo masyarakat Babel yang cukup besar dalam membayar pajak di hari terakhir program pemutihan pajak.

Selain itu, masyarakat Negeri Serumpun Sebalai juga banyak membeli kendaraan baru, baik roda dua maupun roda empat.

"Ini belum tutup postingan sehingga ada kemungkinan naik. Alhamdulillah, secara keseluruhan kami sudah mencapai 85,42 persen dari target pendapatan, yakni Rp698 miliar. Insyaallah, tahun ini kita melampaui target," kata Haris seperti dilansir www.babelprov.go.id, Sabtu (30/7). (riz)

Sumber: Bangka Pos
  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved