Kabar Belitung

Motor Listrik Smoot Tempur Irit dan Ramah Lingkungan

Teknologi motor listrik memang kian digandrungi sebagai teknologi yang jadi alternatif penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Adelina Nurmalitasari
Motor listrik Smoot Tempur menjadi pertama yang legal road atau bisa digunakan di jalan raya. 

TANJUNGPANDAN, BAVEL NEWS - Teknologi motor listrik memang kian digandrungi sebagai teknologi yang jadi alternatif penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

Melirik potensi ini, Intekno Belitung membawa unit motor listrik Smoot Tempur. Motor listrik ini menjadi yang pertama yang legal road atau bisa digunakan di jalan raya karena mempunyai nomor plat layaknya motor konvensional berbahan bakar minyak.

Melihat langsung unit motor listrik ini, Selasa (9/8), tampilan motor Tempur ini tak ubahnya motor matik biasa. Tak seperti kebanyakan motor listrik yang berukuran kecil, motor Smoot Tempur ukurannya terbilang bongsor.
Yang membuatnya berbeda, motor ini juga tak memiliki knalpot. Saat melaju, motor pun senyap, tanpa suara.

Motor buatan dalam negeri dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) 32,5 persen ini jumlah unitnya di Belitung masih terbatas. Saat pertama datang hanya ada 12 unit, ditambah yang baru masuk ada 7 unit. Warna merah, tosca, dan silver pun jadi pilihan.

"Sistem kendaraan ini menggunakan metode tukar baterai, tidak ubahnya beli tabung gas. Nanti seiring waktu akan bangun stasiun penukaran baterai," kata Pemilik Intekno, Fajar.

Motor ini mengandalkan tenaga listrik dari baterai SWAP berkapasitas 64 volt yang menyimpan 1,3 kwh atau lebih kurang satu liter bensin. Saat 100 persen sampai 0 persen baterai dapat digunakan menempuh jarak sekitar 60 kilometer.

Intekno pun sedang mempersiapkan infrastruktur penukaran baterai melalui SWAP Station. Sementara waktu, pengguna motor listrik ini dapat memanfaatkan home charging berkapasitas 200 watt. Maka dengan pengisian 1,3 kwh memerlukan 6,5 jam pengecasan dari kosong sampai 100 persen.

Kecanggihan motor ini tak cuma dari bahan bakar yang digunakan, tapi juga sudah terkoneksi di ponsel pintar pemiliknya dengan mengunduh aplikasi di Play Store. Buat menghubungkannya cukup memindai barcode yang terdapat pada motornya.

Dari aplikasi tersebut, pengguna bisa mengecek status baterai dan jarak tempuh yang diperkirakan bisa dicapai dengan baterai. Statusnya pun sama persis dengan tampilan dashboard motor yang juga sudah menggunakan teknologi digital.

Pengguna Smoot Tempur juga tak perlu membayar baterai, cukup menukarnya melalui SWAP Station. Pengguna hanya perlu membayar kilometer perjalanan melalui aplikasi. Seperti ada pilihan untuk 100 kilometer dikenakan biaya Rp20 ribu hingga 500 kilometer sebesar Rp80 ribu.

"Seperti beli token PLN, tapi bayarnya kilometer," lanjut Fajar.

Melalui aplikasi ponsel, ada juga fitur untuk mengecek keberadaan motor, memadamkan motor jika terjadi pencurian, bahkan dilengkapi statistik penggunaan dan tren berkendara pengguna.

Selain irit bahan bakar, perawatan motor pun lebih terjangkau. Hanya perlu dua perawatan, yakni ganti roda dan ganti kampas rem.

Menurut Fajar, membawa motor listrik ini ke daerah dapat menjadi pilihan. Apalagi antrean BBM yang cukup panjang dpat mempengaruhi geliat ekonomi dan aktivitas masyarakat. Sehingga teknologi motor listrik dapat menjadi alternatif agar masyarakat dapat memilih solusi dari penggunaan bahan bakar fosil.

Saat ini pembelian motor ini pun digabungkan dengan home charging yang ditawarkan seharga Rp20.999.000.

Intekno juga menggandeng berbagai pihak termasuk PLN untuk berkolaborasi dalam mengakselerasi transformasi energi jadi energi transportasi berbasis listrik. (del)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved