Kabar Pangkalpinang

Penjual Berharap Harga Telur Cepat Turun

Selain tepung gandum yang merangkak naik beberapa bulan belakangan ini, harga telur ayam pun tidak menunjukkan angka penurunan.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Sela Agustika
Pedagang sedang menyusun telur di Pasar Pagi Pangkalpinang. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Selain tepung gandum yang merangkak naik beberapa bulan belakangan ini, harga telur ayam pun tidak menunjukkan angka penurunan. Bahkan, saat ini menyentuh angka Rp1.850 per butir. Meski begitu, tidak memberi pengaruh terhadap penjualan telur puyuh dan telur asin.

Bahkan diketahui penjualan akan telur ayam masih dominan dicari oleh masyarakat meski ada kenaikan harga, pasalnya telur ayam sudah menjadi kebutuhan hampir semua masyarakat.

"Kalau kita jual telur ayam, telur bebek atau asin dan telur puyuh, yang banyak dicari dari dulu tetap telur ayam meski saat ini harga tinggi dan juga memang 80 persen masyarakat Indonesia mengkonsumsi telur ayam berbeda dengam telur asin dan puyuh kadang hanya orang-orang tertentu," kata Suplier Telur di Pasar Pagi Pangkalpinang Febyola kepada Bangka Pos Group, Rabu (10/8).

Ia mengungkapkan, pembelian telur asin dan telur puyuh tak memberikan dampak peningkatan ditengah naiknya harga telur, mengingat memang harga telur puyuh dan telur asin yang ditawarkan lebih tinggi dari harga telur ayam.

"Harga telur ayam bervariasi tergantung ukuran mulai dari Rp1.650 sampai Rp1.850 yang langsung didatangkan dari Palembang, sedangkan harga telur asin ini Rp5.000 per butir dan telur puyuh Rp13 ribu per cup," kata Febyola.

Ia mengatakan, peminat telur asin dan puyuh juga lebih minim, dimana untuk penjualan telur asin dan telur puyuh sendiri masih rendah, bahkan untuk satu rak telur asin kadang baru habis dua hingga tiga hari.

"Namanya jualan tidak tentu, kadang banyak laku, kadang sedikit. Tapi memang telur ayam lebih dominan meski ada kenaikan harga tinggi karena mungkin harga telur asin dan puyuh juga lebih mahal," ucapnya.

Hal senada juga diakui oleh Basroni, pedagang telur puyuh di Pangkalpinang yang mengaku tidak memberi pengaruh terhadap penjualan telur puyuh meski harga telur ayam naik.

"Kalau penjualan telur puyuh kita masih tetap normal, tidak ada peningkatan karena mungkin selain orang lebih dominan suka telur ayam dan memang selain untuk lauk pauk banyak juga digunakan untuk bahan baku kue," ujar Basroni.

Ia berharap, harga telur ini bisa kembali turun mengingat harga ayam potong yang juga telah turun harga. (t3)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved