Kabar Pangkalpinang

83 Ribu Merchant QRIS Didominasi Pelaku UMKM

Sekitar 83 ribu merchant QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard yang tercatat di Bangka Belitung.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung, Agus Taufik. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Sekitar 83 ribu merchant QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard yang tercatat di Bangka Belitung.
Dari jumlah tersebut, 96 persen tersebut didominasi oleh pelaku UMKM.

Sebuah kode QR yang digunakan untuk menunjang fasilitas pembayaran dari berbagai metode itu guna mempermudah transaksi pembayaran.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung Agus Taufik mengatakan, Bank Indonesia memang serius mendorong pelaku UMKM di Bangka Belitung untuk melek teknologi.

Apalagi menurutnya, sejak pasca pandemi Covid-19 kemarin, ada beberapa pelaku UMKM yang penjualannya menurun, namun tidak untuk pelaku UMKM yang sudah menggunakan QRIS, tapi justru penjualan meningkat.

"Teknologi dan kemajuan digital itu sudah menjadi kebutuhan manusia saat ini, terutama penjualan juga dilakukan secara digital juga jadi kami Bank Indonesia sangat serius untuk mendorong para pelaku UMKM lebih banyak lagi menggunakan QRIS ini untuk kanal pembayaran yang lebih mudah," sebut Agus kepada Bangka Pos Group, Kamis (11/8).

Agus menegaskan, mendorong pelaku UMKM untuk Go-Digital memang pilar BI guna mendorong perekonomian Indonesia.

"Dimana ada 83 ribuan merchant QRIS di Bangka Belitung dan 96 persennya itu adalah pelaku UMKM. Nah ini menunjukkan QRIS ini sangat mudah, kami juga ada program supaya UMKM ini bisa bertransaksi secara digital dan masuk kedalam ruang lingkup digital baik dari sisi perdagangan maupun sisi pembayarannya," jelasnya.

Menurutnya, QRIS merupakan inovasi pembayaran non tunai dimana sebelumnya QR Code yang berbeda-beda setiap jasa pembayaran kini cukup satu QR Code bisa dibaca semua sistem.

"QRIS pasti banyak keuntungan untuk para merchant karena bisa menunjang penjualan online, kemudian secara pembukuan ini langsung tercatat berapa saja yang masukan ke aplikasi, jadi lebih rapi dan lebih tercatat," tuturnya. (t2)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved