Kabar Pangkalpinang

Distributor Siapkan 1 Ton Minyak Goreng saat Operasi Pasar Bahan Pokok

PT Menara Nusantara Persada, satu di antara distributor yang turut berkontribusi pada pelaksanaan operasi pasar.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Sela Agustika
Warga saat membeli bahan pokok di Distributor PT Menara Nusantara Persada. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - PT Menara Nusantara Persada, satu di antara distributor yang turut berkontribusi pada pelaksanaan operasi pasar yang digelar Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bangka Belitung di Terminal Selindung, Pangkalpinang, Kamis (11/8).

Pada kesempatan ini distributor menyediakan sebanyak enam item bahan pokok yang ditawarkan kepada masyarakat, mulai dari beras, gula, minyak goreng dan tepung terigu.

Supervisor PT Menara Nusantara Persada Safei menyebut, berbagai bahan pokok yang disediakan pada operasi pasar ini ditawarkan dengan harga yang lebih miring ketimbang harga jual di pasaran.

Adapun harga yang ditawarkan yakni Rp13 ribu untuk minyak goreng, beras mulai dari Rp53 ribu sampai Rp55 ribu kemasan 5 Kilogram, tepung terigu Rp10 ribu dan gula Rp12.500 per kilogram.

"Untuk harga yang kita tawarkan di operasi dibawah harga toko, seperti minyak goreng umumnya Rp14 ribu hingga Rp15 ribu, cuma dijual Rp13 ribu dan tepung terigu biasanya di toko Rp12 ribu dijual hanya Rp10 ribu," ujar Safei.

Ia menyebut, selama kegiatan operasi pasar berlangsung, minyak goreng menjadi bahan pokok yang banyak dicari oleh masyarakat. Bahkan kali ini pihaknya turut menyiapkan sebanyak 1 ton stok minyak goreng.

"Stok bahan pokok yang paling banyak dicari sejauh ini minyak goreng, karena kita melihat kebutuhan konsumen. Sebelumnya juga kita sediakan stok minyak goreng ini pada operasi pasar selalu ludes," ungkapnya.

Ia pun memastikan saat ini stok minyak goreng aman, baik di toko grosir, pasar dan toko eceran yang ada di Bangka Belitung.

"Untuk stok minyak saat ini aman, dan masyarakat kita imbau tidak perlu panik," ucapnya.

Sementara itu terkait kenaikan atau penurunan harga minyak, pihaknya menyebut tidak mengetahui pasti mengingat harga minyak goreng ini tergantung dengan harga sawit.

"Kita tidak tahu nantinya bisa naik atau turun, karena semuanya tergantung distributor pusat dan juga harga sawit. Kalau harga sawit murah otomatis harga minyak juga akan turun, tetapi kalau harga sawit mahal, maka minyak ini juga kemungkinan naik juga," tuturnya. (t3)

 

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved