Berita Pangkalpinang

Fokus Atasi Banjir di Pangkalpinang, Pemkot Buat Pintu Air Baru

Pemerintah Kota Pangkalpinang akan membangun pintu air di Sungai Rangkui untuk menanggulangi banjir di beberapa tempat di wilayah tersebut.

Bangka Pos/Cepi Marlianto
TINJAU PROYEK JALAN - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pangkalpinang Mie Go meninjau pengerjaan proyek perbaikan Jalan Bedade, Kelurahan Sinar Bulan, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, Jumat (1/7/2022) sore. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kota Pangkalpinang akan membangun pintu air di Sungai Rangkui untuk menanggulangi banjir di beberapa tempat di wilayah tersebut. Pembangunan pintu air sebagai rencana jangka menengah penanganan banjir di Pangkalpinang.

"Kita rencananya akan membangun pintu air untuk menutup saluran air di sekitar Sungai Rangkui, terutama yang ada di Kelurahan Opas Indah dan Gedung Nasional," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pangkalpinang, Mie Go, Jumat (12/8).

Mie Go mengungkapkan, permasalahan banjir yang kerap menggenangi sejumlah daerah di Pangkalpinang merupakan isu strategis pemerintah setempat sejak lama dan masih menjadi konsentrasi sampai kini. Dipilihnya pembangunan pintu air sendiri untuk mengatur air di sungai Rangkui.

Sehingga, bila terjadi banjir, air dapat dikuras dengan cepat. Terlebih dua daerah yang rawan banjir seperti Kelurahan Opas Indah dan Gedung Nasional sendiri merupakan daerah cekungan. Apabila hujan deras diiringi pasang air laut, kawasan tersebut dipastikan akan diterjang banjir.

Hal ini terjadi sebab air hujan yang jatuh ke permukaan tanah tidak dapat mengalir ke Sungai Rangkui lantaran terjadi back water atau air balik. Akibatnya aliran air terbendungnya dari hulu, sehingga elevasi muka air pada penampang sungai meningkat.

"Oleh karena itu penanganan kita harus membuat pintu air sehingga bisa ditutup. Sedangkan air yang menggenangi daerah cekung tersebut akan kita sedot menggunakan mobile pump (Mesin pompa air-Red) dan kita buang ke Sungai Rangkui," jelasnya.

Ia menilai, selama tidak ada pintu air pada saluran air dari permukiman warga di sekitar Sungai Rangkui, banjir tidak akan dapat tertangani. Pasalnya, saat air laut pasang, air akan mengalir menggenangi seluruh saluran air di permukiman warga.

Sehingga walaupun tidak hujan, dua kawasan tersebut dapat terjadi banjir ketika pasang air laut pada puncak tertinggi. Maka dari itu diperlukan pintu air guna menghalangi air untuk masuk ke permukiman warga. "Pintu air itu fungsinya untuk pengendalian air di daerah cekungan. Di mana memang dua daerah itu merupakan daerah cekungan, ketika air pasang otomatis menggenangi daerah tersebut," katanya.

Diketahui sebelumnya, Pemerintah Kota Pangkalpinang, memastikan pada tahun 2022 ini, akan fokus terhadap penanganan banjir di wilayahnya. Rencananya, ada dua kelurahan yang menjadi fokus pengentasan banjir, yakni Kelurahan Opas Indah dan Kelurahan Gedung Nasional, Kecamatan Taman Sari.

Di mana, dua daerah itu kerap kali menjadi langganan banjir ketika hujan deras disertai pasang air laut. "Daerah itu sering terjadi banjir, selain cekungan karena dipengaruhi oleh pasang surut air laut dan menjadi pusat perekonomian, jadi kita prioritaskan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pangkalpinang, Mie Go, Jumat (13/5).

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved