Berita Pangkalpinang

Pasca-Pulau Tujuh Sudah Milik Kepulauan Riau, Ridwan: Kita Akan Ambil Sikap

Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaludin mengakui, akan ada sikap dari Pemprov soal status Pulau Tujuh ini.

Bangka Pos/Cici Nasya Nita
Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin (kiri) bersama Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo (kanan). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pulau Tujuh sudah menjadi milik Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Hal itu menyusul terbitnya Peraturan Kemendagri Nomor 050-145 tahun 2022 tentang pemberian dan pemutakhiran kode, data wilayah administrasi pemerintahan, dan pulau tahun 2021 yang disahkan tanggal 14 Februari 2022.

Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaludin mengakui, akan ada sikap dari Pemprov soal status Pulau Tujuh ini. "Kami akan bicarakan secara internal, karena saya belum mengumpulkan kawan-kawan secara khusus, kita akan mengambil sikap, apakah nanti kita mau, dalam tanda petik banding misalnya, mengajukan keberatan atau mau kita ikhlaskan saja, itu belum kita putuskan," ujar Ridwan, Jumat (12/8).

Diakuinya, pemerintah provinsi ingin memastikan prosedur ditetapkan status Pulau Tujuh harus sesuai. "Yang pasti, satu, cara pandang kita harus NKRI, apapun ini Negara Kesatuan Republik Indonesia, di sana boleh, di sini boleh, apapun ini selama mengandung kebaikan. Kedua, kita ingin pastikan prosedur sesuai, jadi mengapa keluar dari Babel, mengapa harus di Babel, ketentuan sudah dilakukan dengan sesuai," katanya.

"Saya mau cari tahu, kita melihat dalam kerangka besar negara republik Indonesia, orientasi kita negara kesejahteraan. Kalau mau begitu (warga daerah setempat ingin jadi penduduk Kepri-red), ya gak apa-apa, mereka yang berhak menentukan nasib mereka, tapi hanya mau memastikan prosedur birokrasi sesuai ketentuan," tambahnya.

Diketahui sebelumnya, di dalam Permendagri nomor 050-145 tahun 2022, Desa Pekajang di Pulau Tujuh sudah ditetapkan sebagai bagian Kecamatan Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Posisi Desa Pekajang berkode 21.04.02.2001 berada paling atas desa-desa lainnya di Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Kepri.

Sementara di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tidak tercantum nama Pekajang di Kecamatan Belinyu maupun kecamatan lainnya. Kabupaten Bangka berpenduduk 322.949 dengan luas wilayah 3.016,85 Km persegi, memiliki 8 kecamatan, 19 kelurahan, 62 desa berdasarkan surat Badan Informasi Geospasial nomor B-8.31/PBW-BIG/IGD.04.04/6/2021 tanggal 8 Juni 2021.

Selain itu, sejak lama penduduk di Desa Cibia, Pulau Pekajang Kecil di Gugusan Pulau Tujuh sudah diurus Pemkab Lingga. Di Pulau Tujuh itu, berdiri sekolah mulai SD sampai SMA, puskesmas pembantu, dan kantor pemerintahan lain yang dibangun Pemkab Lingga.

Sengketa Pulau Tujuh bermula ketika Bangka Belitung berdiri sebagai provinsi, setelah lepas dari Sumatera Selatan pada tahun 2000. Berdasarkan Undang-undang Nomor 27 tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pulau Tujuh masuk wilayah Kabupaten Bangka.

Kemudian pada pemekaran Kepulauan Riau, Undang-undang Nomor 31 Tahun 2003, menetapkan Pulau Tujuh juga tercatat masuk Kabupaten Lingga. Kondisi tersebut berlarut-larut sampai 22 tahun kemudian. Kedua belah pihak tidak ada yang mau mengalah.

Hanya saja, Pemkab Lingga, Provinsi Kepulauan Riau menang satu langkah, karena administrasi kependudukan warga Pulau Tujuh menjadi masuk dalam wilayah mereka. Sementara Babel hanya mengakui Pulau Tujuh berbekal kedekatan secara geografis.

Jarak Teluk Limau, Parittiga, Kabupaten Bangka Barat ke Pulau Tujuh melalui perjalanan laut ditempuh dalam waktu sekitar 3 jam. Berbeda jarak tempuh Pulau Tujuh ke Lingga, membutuhkan waktu sekitar 8 jam perjalanan laut.

Tujuh pulau di Gugusan Pulau Tujuh yakni Pekajang, Tukong Yu, Pasir Keliling, Penyaman, Lalang, Kembung dan Jambat. Hanya di Pekajang kecil didiami penduduk sebanyak ratusan kepala keluarga (KK), yang memiliki KTP Pemkab Lingga. (s2)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved