Berita Pangkalpinang

Pembangunan Masjid Agung Kubah Timah Rp64 Miliar

Pemkot Pangkalpinang, memastikan pembangunan Masjid Agung Kubah Timah tetap masuk dan menjadi skala prioritas pembangunan di wilayahnya.

bangkapos.com / Cepi Marlianto
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil saat diwawancarai awak media di UPT BKN Pangkalpinang, Rabu (15/9/2021) siang. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kota Pangkalpinang, memastikan pembangunan Masjid Agung Kubah Timah tetap masuk dan menjadi skala prioritas pembangunan di wilayahnya. Dengan keberadaan masjid itu, diharapkan mampu membawa Bangka Belitung, khususnya Kota Pangkalpinang lebih dikenal masyarakat luas.

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil mengatakan, pembangunan masjid ikonik itu memang masuk dalam agenda prioritas, selain penanganan banjir. "Pembangunan Masjid Kubah Timah merupakan proyek skala prioritas kita semua," kata Molen, sapaan akrabnya, Jumat (12/8).

Ia mengungkapkan, pembangunan bakal menggunakan anggaran tahun jamak atau multi year contract (MYC) dari APBD serta sumbangan dari BUMN dan masyarakat umum. "Pada tanggal 16 September 2022 ini, Insya Allah akan kita mulai pembangunan dan peletakan batu pertama," ujar Molen.

Diketahui, saat ini pembangunan Masjid Agung Kubah Timah telah dilakukan detail engineering design (DED). DED sendiri merupakan perencanaan yang lebih rinci dan lengkap dalam bentuk gambar-gambar desain beserta spesifikasinya yang siap dilaksanakan di lapangan.

Selain itu, pembangunan masjid itu nantinya tidak hanya sebagai tempat ibadah. Tapi juga dilengkapi madrasah pendidikan Al-Qur'an, sekretariat organisasi sekaligus ikon baru Kota Pangkalpinang.

Pihaknya menargetkan sebelum bulan November 2023 masjid tersebut telah rampung dikerjakan. Sejauh ini diakuinya, beberapa pihak sudah bersedia untuk membantu pembangunan masjid itu.

Seperti halnya PT Timah Tbk melalui dana corporate social responsibility atau dana tanggung jawab sosial perusahaan siap membantu pembangunan sebesar Rp5,2 miliar. "Kalau mereka (PT Timah Tbk, red) ada dana lagi mereka akan membantu untuk pembangunan gedung serba guna Rp8 miliar. Yayasan juga sudah banyak yang ingin menyumbang," jelasnya.

Molen meminta doa dan dukungan masyarakat. Dalam waktu dekat pihaknya juga bakal mendatangi Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional untuk menjelaskan permasalahan aset yang belum tuntas, terutama kantor di bagian depan di lahan itu.

"Jadi saya tidak mau kemudian hari dalam pembangunan masjid ini ada apa-apa. Bismillah, berdoa agar pembangunan Masjid Agung sesuai dengan yang kita rencanakan," ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pangkalpinang, Mie Go berujar, pembangunan Masjid Agung Kubah Timah akan menelan anggaran cukup fantastis hingga mencapai Rp64 miliar. Dana tersebut untuk membangun keseluruhan desain masjid yang telah direncanakan dengan memiliki lima kubah. "Ini menggunakan dana APBD dengan tahun jamak 2022 dan 2023 berikut juga dana CSR," kata Mie Go.

Mie Go menjelaskan, dalam pembangunan masjid itu nantinya akan dibagi dalam beberapa paket pelaksanaan rekonstruksi. Dimulai dengan pembangunan tahap awal yang menelan dana Rp35 miliar dari APBD.

Dana itu digunakan untuk membangun bangunan Masjid utama beserta kubah, ruang wudhu pria dan wanita, gedung islamic centre tahap pertama, jalan masuk, plaza timur sementara dan grading lahan.

Kemudian dilanjutkan dengan paket A pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO), minaret, plaza barat dan gereja dengan dana Rp5,2 miliar. Lalu paket B senilai Rp6,5 miliar dengan pengerjaan tempat parkir semi basement, plaza timur, serta pengerjaan sisi timur dan selatan masjid.

Untuk paket C yakni pembangunan kubah kelas dan islamic centre tahun kedua dengan biaya rekonstruksi sekitar Rp8 miliar. Paket D hanya pembangunan kubah ruang serba guna dengan biaya Rp8,7 miliar. "Insya Allah melalui jalan yang panjang progresnya bagus sesuai dengan jadwal," beber Mie Go.

Walaupun begitu pihaknya menargetkan, pada tanggal 16 September 2022 peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Kubah Timah akan mulai dikerjakan. Untuk pelelangan pembangunan fisik sendiri akan dimulai pada pertengahan bulan Agustus ini. "Berapa peserta yang ikut lelang belum kita ketahui. Saat ini posisi dokumen ada di Unit Layanan Pengadaan (ULP-Red) kemudian akan dilakukan pelelangan," jelasnya. (u2)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved