Kabar Pangkalpinang
Penggemar Mie Instan Minta Harga Jangan Naik
Perang Rusia dan Ukraina berdampak terhadap pasokan gandum dunia. Akibatnya, harga komoditas ini beserta produk turunannya bakal terkerek naik.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Perang Rusia dan Ukraina berdampak terhadap pasokan gandum dunia. Akibatnya, harga komoditas ini beserta produk turunannya bakal terkerek naik.
Isu tersebut yang saat ini tengah menghampiri industri domestik, termasuk produsen mie instan seperti Indomie keluaran Grup Indofood. Harga mie instan diperkirakan bakal naik lantaran produk ini menggunakan tepung terigu dari gandum sebagai salah satu bahan bakunya.
Dikutip dari Kompas.com Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, harga mie instan naik tiga kali lipat karena naiknya harga gandum.
Menurutnya, saat ini terdapat kurang lebih 180 juta ton gandum di Ukraina tidak bisa keluar negara. Sementara Indonesia menjadi salah satu negara yang bergantung pada impor gandum.
"Jadi hati-hati yang makan mie banyak dari gandum, besok harganya tiga kali lipat itu, maafkan saya, saya bicara ekstrem saja ini," ujar Mentan dalam webinar Strategi Penerapan GAP Tanaman Pangan Memacu Produksi Guna Antisipasi Krisis Pangan Global, Senin (8/8) lalu.
Informasi bakal naiknya makanan instan kesukaan orang Indonesia ini langsung disambut para penggemarnya.
Seperti Dwi, warga Kota Pangkalpinang mengaku kecewa lantaran makanan favoritnya itu bakal naik.
Kata Dwi, selama ini selain harganya yang memang murah meriah pas di kantong rasa mie instan memang tidak pernah salah.
"Kalau taglinenya Indomie seleraku itu memang betul, jadi mau ada lauk apapun kalau penginnya mie instan tetap Indomie menangnya. Kalau bakal naik sih kita kecewa, selama ini kan sudah enak, instan, ramah di kantong lagi," sebut Dwi kepada Bangka Pos Group, Kamis (11/8).
Dwi hanya berharap, kenaikan harga makanan favoritnya itu jangan sampai sama seperti makan nasi lauk ayam.
"Jangan sampai naiknya sampai seharga nasi ayam. Kalau sekarang harganya Rp3.000an, kalau tiga kali lipat berarti sembilan ribuan, tambah dua ribu lagi memang sudah dapet nasi ayam," sebutnya.
Senada dengan Ipe, warga Parittiga yang menyebut kenaikan harga mie instan harusnya tidak terlalu berlebihan. Sebab menurutnya, mie instan selama ini diartikan sebagai makanan penyelamat lantaran harga yang murah meriah namun enak di lidah.
"Jadi nanti Indomie tidak lagi makanan penyelamat, sebab harganya tidak lagi bersahabat. Kalau cuma naik berapa ratus itu biasa tapi kalau sudah tiga kali lipat itu sudah tidak lagi ramah kantong," sebut Ipe.
Dia berharap, makanan kesukaan disantap bersama dengan nasi dan telur itu tetap meriah dan terjangkau.
"Meskipun banyak yang bilang mie instan tidak sehat, percayalah penikmat dan pencintanya tetap banyak," katanya.
Sementara pantauan Bangka Pos Group, harga mie instan di ritel modern di Pangkalpinang masih berkisar Rp3.000 dengan macam-macam varian rasa.
Seperti rasa soto dan goreng biasa itu seharga Rp2.900, mie goreng jumbo Rp3.800 dan mie rendang Rp3.100 dan banyak lagi. (t3)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Deretan-display-mie-instan-di-ritel-modern-Indomaret-Jalan-Abdul-Hamid-Pangkalpinang.jpg)