Berita Bangka Selatan

Diduga Adanya Pelanggaran SOP Penanganan Pasien, RSUD Bangka Selatan Sudah Beri Sanksi

Direktur UPT RSUD Basel, dr M Fauzan memastikan sudah menurunkan tim untuk menangani kasus tersebut.

Bangka Pos/Yuranda
PELANTIKAN - Wabup Basel, Debby Vita Dewi saat melantik dr Muhammad Fauzan, sebagai Direktur RSUD Basel, di Hall Lantai II, Kantor Bupati Basel, Kamis (7/4) siang. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Manajemen Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangka Selatan sudah memberikan sanksi tegas, terhadap dokter yang melakukan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) penanganan pasien. Hal ini disampaikan Direktur Unit Pelaksana Teknis RSUD Basel, dr Muhammad Fauzan, Rabu (24/8).

Diketahui, pasien atas nama Suci mengalami pingsan setelah mengikuti upacara hari ulang tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan RI di Kantor Bupati Basel pada Rabu (17/8). Lalu tim medis membawa pasien ke RSUD Basel untuk mendapatkan pertolongan. Namun, saat tiba di RSUD pasien malah disarankan oleh dokter untuk dibawa ke Klinik Bakti Timah Pusyandik Toboali.

Direktur UPT RSUD Basel, dr M Fauzan memastikan sudah menurunkan tim untuk menangani kasus tersebut. "Terkait adik Suci yang berobat enam hari lalu sudah saya perintahkan untuk membuat tim, yang terdiri dari dokter penanggung jawab UGD, tim perawat, tim rehabilitasi medik dan Kasi Pelayanan untuk mengecek pasien apa gejalanya," kata Fauzan.

Menurutnya, saat ini kondisi pasien dalam keadaan tidak mengkhawatirkan. "Alhamdulillah, bukan sesak napas karena penyakit asma. Tetapi pasien mengeluhnya nyeri di ulu hati, dan kami menyarankan pasien di periksa ke poli anak agar bisa bisa diperiksa lebih lengkap oleh dokter," ujarnya.

Dirinya mengaku, sudah memberikan tindakan tegas dan rotasi menyikapi pelanggaran kerja yang dilakukan oleh salah satu dokter di lingkungan kerjanya. "Untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya di RSUD Basel, saya akan segera tindak lanjut dengan melakukan rotasi penyegaran di pelayanan agar lebih baik lagi," jelasnya.

Ia tak mempermasalahkan adanya sidak yang dilakukan Anggota DPRD Basel pada Selasa (23/8) siang. "Tidak apa-apa sangatlah wajar terkait fungsi dan tugas DPRD, hanya masalah ini sebenarnya sudah kita tangani," tambahnya.

Ia meminta masyarakat untuk lebih mencintai fasilitas pelayanan dengan memberikan kritik dan saran. "Kami sebagai pelayan masyarakat bisa mengevaluasi kinerja agar lebih baik lagi, terutama kami butuh kritikan dan saran dari masyarakat," katanya.

Diketahui, Anggota DPRD Basel, Wendy melakukan sidak di RSUD Basel, Selasa (23/8) siang. Sidak ini menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pelayanan kesehatan di bagian Unit Gawat Darurat (UGD).

Dirinya ingin mengecek dan memastikan, kebenaran terkait tidak efektifnya pelayanan kesehatan yang diberikan oleh pihak rumah sakit. "Saya minta dokter mana yang waktu itu menangani pasien waktu kemarin ada pasien datang RSUD, malah disuruh ke Klinik Bakti Timah Pusyandik," kata Wendy.

Wendy meminta, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Mengingat RSUD Basel adalah salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan di kabupaten. "Kami minta hal-hal seperti ini jangan sampai terjadi lagi, kalau memang kurang anggaran tinggal lapor ke DPRD biar kami bisa memperjuangkannya. Jangan sampai masyarakat mengeluh akibat buruknya pelayanan yang ada di RSUD Basel," tegas Wendy.

Dirinya juga meminta Direktur UPT RSUD Basel harus mampu menerjemahkan program berobat gratis yang dicanangkan oleh pemerintah daerah. "Layanan berobat gratis itukan program bupati dan wakil bupati sangat bagus, sehingga harus kita kawal bersama agar masyarakat memang benar-benar merasakan," kata Wendy.

Dirinya menyarankan adanya evaluasi kinerja terhadap Direktur RSUD tersebut. "Kami akan segera memanggil Direktur RSUD Basel untuk menanyakan permasalahan dan bagaimana solusinya nanti," ujar Wendy. (v1)

Akui Salah SOP
KASI Pelayanan RSUD Bangka Selatan, Miswati mengakui, jika ada kesalahan prosedur dalam penanganan pelajar yang pingsan saat HUT ke-77 RI, beberapa waktu lalu. "Ya memang kami akui ada kesalahan prosedur, maka kami ke rumah pasien untuk meminta maaf. Namun bukan masalah ketersedian oksigen, tetapi masalah stok obat untuk pasien asma yang dicampur dengan oksigen. Kemarin saat pasien dibawa ke UGD, kami memang kehabisan stok karena pesanan kami belum tiba," kata Miswati, Selasa (23/8).

Menurutnya, meskipun ada kesalahan prosedur, akan tetapi dokter yang menangani pasien tersebut memita pasien dirujuk dari UGD RSUD ke Klinik Bakti Timah Pusyandik. "Niat dokter itu baik sebenarnya, agar pasien cepat mendapatkan pertolongan disarankan untuk ke Pusyandik semata-mata agar pasien bisa cepat tertolong," jelasnya.

"Nanti kami juga akan lakukan evaluasi permasalahan ini, setelah direktur pulang dari luar daerah. Saat ini masih tidak ada di tempat, Kamis mendatang kami akan rapat bersama beliau," tambahnya. (v1)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved