Kabar Belitung

Mentangor Jadi Agen Kemoterapi Kanker

Mahasiswa Kimia Universitas Bangka Belitung menemukan khasiat tanaman mentangor yang bisa digunakan dalam pengobatan kanker payudara.

Editor: Rusaidah
Istimewa/UBB
Tim penelitian dari program studi Kimia UBB yang menemukan khasiat kulit mentangor. 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Mahasiswa Kimia Universitas Bangka Belitung menemukan khasiat tanaman mentangor yang bisa digunakan dalam pengobatan kanker payudara.

Tanaman khas yang banyak tumbuh di Pulau Bangka ini memang sering dijadikan papan dan kayu meramu. Selama ini, masyarakat menggunakan getah bintangor, spesies tumbuhan yang sama dengan mentangor sebagai obat gatal.

"Tumbuhan mentangor ini memiliki aktivitas antioksidan yang sangat tinggi dan dapat dijadikan sebagai agen kemoterapi kanker payudara," kata mahasiswa yang tergabung dalam tim penelitian Addela, Jumat (26/8).

Empat mahasiswa yang tergabung dalam tim yakni Widia, Eresti, Addela, dan Candra menemukan bahwa kulit batang mentangor memiliki antioksidan yang berperan untuk menangkap radikal bebas. Dengan demikian sel kanker tidak dapat berkembang pada tahap inisiasi, promosi dan progresi.

"Fitokimia kulit batang mentangor mengandung anti oksidan yang sangat kuat yang berfungsi sebagai pencegahan sel kanker dan sebagai antikanker, dapat membantu agen kemoterapi dalam membentuk efek pro-oksidan sehingga sel kanker semakin meningkat dan poliferasi sel dapat dihambat," jelasnya.

Riset yang dibimbing Dosen Program Studi Kimia UBB Occa Roanisca ini menemukan bahwa flavonoid merupakan salah satu antioksidan yang berperan dalam penghambatan sel kanker dengan cara berikatan pada death receptor (TNF-R) dan Fas asssociated Death Domain (FADD) yang membentuk kompleks Death Inducing Signaling Complex (DISC).

Hasil riset menunjukkan metabolit sekunder yang terdapat dalam kulit batang mentangor yaitu flavonoid, fenol, alkaloid, dan tanin.
Riset melalui dana hibah Kemendikbud ristek dikti melalui Program Kreatifitas

Mahasiswa Research (PKM -RE). Riset ini dilakukan pada Juni-Agustus 2022 lalu. Sebelumnya juga dilakukan uji antioksidan di Laboratorium Kimia Dasar FPPB UBB, sedangkan uji sitotoksik terhadap sel kanker dilakukan di Laboratorium LAPTIAB LIPI Banten.

Berdasarkan hasil analisis riset, kulit batang mentangor dapat menghambat pertumbuhan sel kanker MCF-7 hingga sebesar 85 persen.

Addela menyebut, rencananya hasil riset tersebut akan dibuatkan HAKI agar keaslian peneliti tetap terjaga. Pihaknya juga masih mencari mitra untuk bekerjasama dalam mendukung keberlanjutan hasil penelitian ini untuk menjadi sebuah produk seperti obat. (del)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved