Berita Pangkalpinang

Tekan Laju Inflasi di Pangkalpinang, Sekda Minta OPD ke Lapangan

Pemerintah Kota Pangkalpinang berupaya mengambil langkah cepat dan terukur dalam menurunkan inflasi di wilayahnya.

Bangka Pos/Cepi Marlianto
Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kota Pangkalpinang berupaya mengambil langkah cepat dan terukur dalam menurunkan inflasi di wilayahnya. Hal itu setelah lima daerah, termasuk Babel, mengalami inflasi cukup tinggi di atas lima persen dan menjadi perhatian pemerintah pusat.

Sekretaris Daerah Pangkalpinang, Radmida Dawam mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan sejumlah perangkat daerah untuk turun ke lapangan menekan laju inflasi di Kota Pangkalpinang. "Saya sudah minta setiap perangkat daerah agar dapat menerapkan langsung ke lapangan. Isu pengendalian inflasi ini harus dijadikan isu prioritas dan sinergi semua stakeholder terkait," kata Radmida, Jumat (2/9).

Radmida mengungkapkan, berdasarkan instruksi Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil pengendalian inflasi memang menjadi perhatian khusus. Hal itu setelah pihaknya melakukan rapat dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) beberapa waktu lalu.

Untuk mengatasi hal ini, pihaknya juga telah menggelar operasi pasar. "Bukan hanya tim Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID-Red) saja yang turun ke lapangan setiap hari, namun juga Badan Pusat Statistik (BPS-Red) juga Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM," terang Radmida.

Pihaknya juga ikut mendorong perluasan kegiatan perekonomian masyarakat dengan menerapkan urban farming atau usaha pertanian di perkotaan dengan memanfaatkan lahan-lahan terbuka yang ada di sekitar masyarakat. Langkah itu sebagai upaya menggerakkan perekonomian sekaligus mengantisipasi dampak inflasi yang tinggi.

Pemerintah kota terus berupaya melakukan upaya antisipasi dampak inflasi melalui program-program yang inovatif. Di mana setia program akan didokumentasikan dan dipublikasikan. Ini sebagai upaya pemerintah berkomunikasi ke publik agar masyarakat tidak panik dan tetap tenang.

"Kita harus bergerak bersama, dimulai dengan penghematan energi yakni mengajak masyarakat mematikan lampu yang tidak perlu di siang hari, dan penguatan pangan dengan menanam tanaman cepat panen misalnya cabe, bawang, dan lainnya," kata Radmida. (u1)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved