Pemkot Pangkalpinang Buka Peluang Efektifkan Lagi Jam Belajar Malam bagi Pelajar

Pelajar yang kedapatan melanggar aturan jam belajar malam nantinya akan dikenakan sanksi

Editor: suhendri
Bangka Pos/Cepi Marlianto
Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam (kedua dari kiri). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kota Pangkalpinang mengumpulkan 27 orang perwakilan dari SMP negeri maupun swasta di wilayahnya, Selasa (6/9/2022).

Perwakilan yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, hingga bidang kesiswaan tersebut dikumpulkan terkait adanya dugaan siswi SMP/sederajat di Pangkalpinang yang membuka layanan open booking order (open BO) atau pemesanan dan penawaran terbuka prostitusi online.

Pertemuan berlangsung di ruang OR, Gedung Tudung Saji, kantor Wali Kota Pangkalpinang.

"Mereka dikumpulkan untuk diberikan pemahaman bagaimana cara menanggulangi permasalahan ini," ujar Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam.

Selain itu, kata dia, pertemuan tersebut juga untuk memberikan pemahaman mengenai pencegahan kasus tindak kekerasan dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Dengan demikian, nanti akan ada kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah setempat.

"Ini dalam rangka bagaimana menanggulangi dan mencegah permasalahan anak yang ada di sekolah di Kota Pangkalpinang ini," tutur Radmida.

Pihaknya, lanjut dia, telah mengambil beberapa langkah strategis dan kebijakan untuk menangani permasalahan tersebut.

Salah satunya, seluruh sekolah akan diwajibkan menandatangani nota kesepahaman dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pangkalpinang.

"Dengan MoU (nota kesepahaman) ini pertama adalah kita mencegah jangan sampai ada pernikahan dini atau anak-anak. Kemudian bagaimana nanti penggunaan handphone di sekolah itu seperti apa," kata Radmida.

Pihaknya juga bakal mengefektifkan kembali aturan jam belajar malam bagi pelajar.

Dengan demikian, pelajar akan memiliki banyak waktu bersama keluarga, aktivitasnya lebih terkontrol, dan dapat mengisi waktu dengan belajar di rumah.

Radmida menambahkan, pelajar yang kedapatan melanggar aturan jam belajar malam nantinya akan dikenakan sanksi.

"Memang ada razia, tetapi kita melakukan tindakan juga jangan sampai menjadi ketakutan bagi anak sekolah," ujarnya.

"Karena anak-anak harus dilindungi secara psikis, memberikan kebijakan juga harus bisa dipahami dan tidak mengganggu berpengaruh kepada psikis anak tersebut," lanjut Radmida. (u1)

Sumber: Bangka Pos
  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved