Kabar Pangkalpinang

Belum Terimbas Kenaikan Harga BBM , Toko Bangunan Jual Stok Lama

Imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut mempengaruhi berbagai sektor terkhusus jasa transportasi, kebutuhan pokok dan lainnya.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Sela Agustika
Bahan-bahan bangunan belum terimbas kenaikan harga. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut mempengaruhi berbagai sektor terkhusus jasa transportasi, kebutuhan pokok dan lainnya.

Pantauan Bangka Pos Group, Jumat (9/9), harga bahan bangunan di Pangkalpinang masih terbilang normal dan belum terjadi kenaikan. Hal ini mengingat stok yang tersedia di toko adalah stok lama.

Pemilik Toko Mitra Material di Air Itam Pangkalpinang Ajit menuturkan, bahan bangun yang dijualnya saat ini masih normal dan belum terjadi kenaikan.

Namun ia tak memungkiri jika kedepan akan terjadi kenaikan harga mengingat naiknya harga BBM yang otomatis mempengaruhi biaya pengiriman bahan bangunan.

"Harga bangunan yang kita jual saat ini masih sama dengan harga sebelumnya dan belum ada kenaikan, karena pertama stok yang ada saat ini masih stok lama kita ambil sebelum kenaikan harga BBM, tetapi kita tidak tahu juga kedepannya," ujar Ajit kepada Bangka Pos Group, Jumat (9/9).

Ia mengatakan, daya beli masyarakat untuk bahan bangunan di tokonya pun saat ini sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Sekarang sepi, apalagi kalau timah murah daya beli masyarakat menurun drastis. Namun kalau timah ini naik maka geliat masyarakat belanja juga terlihat baik," ucapnya.

Adapun harga beberapa bahan bangunan di tempatnya yakni, Semen Tiga Roda Rp80 ribu per sak, keramik mulai dari Rp50 ribu hingga Rp165 ribu untuk ukuran 60×60 cm dan cat tembok mulai dari Rp70 ribu hingga Rp350 ribu untuk kemasan 5 kilogram.

Senada dengan Toko Pelangi di Pangkalpinang juga mengaku belum ada kenaikan untuk harga jual bahan bangunan, mengingat stok yang ada di toko masih harga lama dan belum mendatangkan stok baru. Seperti Semen Tiga Roda Rp80 ribu per sak dan cat di kisaran Rp12 ribu hingga Rp400 ribu.

Namun Pengurus Toko Pelangi Lisa menyebut, harga bahan bangunan ini diprediksi akan naik mengingat biaya ongkos transportasi pengiriman barang yang juga terjadi kenaikan.

"Harga jual sekarang masih normal, karena barang di toko masih stok lama, tapi tidak menutup kemungkinan karena kita sudah ada info-info juga ada kenaikan seperti semen katanya naik di kisaran dua ribu per saknya," ujar Lisa.

Menurutnya, kenaikan harga BBM ini akan berimbas pada semua sektor mengingat pasokan barang ataupun bahan baku ini rata-rata didatangkan di luar daerah.

"Tentunya pengiriman barang ini menggunakan BBM dan jasa transportasi juga otomatis naik, jadi memang diprediksi berimbas pada semua sektor," ungkapnya. (t3)

 

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved