Berita Pangkalpinang

Pembagian BLT Pengalihan Subsidi Kenaikan BBM, 6.988 KPM Terima Rp500 Ribu

Sebanyak 6.988 keluarga penerima manfaat (KPM) di Pangkalpinang menerima bantuan langsung tunai (BLT) Rp500.000.

ist/Suvino
PENYALURAN BLT - Kantor Pos Indonesia cabang Pangkalpinang saat menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) pengalihan subsidi kenaikan harga BBM kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Pangkalpinang, Jumat (9/9). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Sebanyak 6.988 keluarga penerima manfaat (KPM) di Pangkalpinang menerima bantuan langsung tunai (BLT) Rp500.000. Bantuan pengalihan subsidi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) ini, diberikan secara bertahap di setiap kecamatan yang disalurkan oleh Kantor Pos Indonesia cabang Pangkalpinang.

Kepala Kantor Pos Indonesia cabang Pangkalpinang, Suvino Yuliandrofi mengakui, bantuan akan diberikan secara bertahap kepada masyarakat hingga Rabu (14/9). "Bantuan ini berupa belanja sembako dan BLT pengalihan subsidi kenaikan harga BBM, untuk belanja sembako Rp200.000 dan subsidi kenaikan BBM Rp300.000 jadi total Rp500.000 setiap KPM yang menerima," ujar Suvino, Jumat (9/9).

Menurutnya, bantuan ini memang diberikan secara langsung oleh Kementerian Sosial untuk masyarakat yang membutuhkan. Ia juga memastikan, sebelum penyaluran pihaknya sudah berkoordinasi dulu dengan kelurahan.

"Untuk yang belanja sembako sebelumnya kan sudah disalurkan oleh Bank Himbara, dan untuk bulan September ini digabung dengan BLT BBM. Mekanisme penyalurannya tetap sama seperti dulu dijadwalkan per kecamatan dan per kelurahan," jelasnya.

Dirinya berharap, para penerima manfaat dapat mempergunakan bantuan yang telah diberikan dengan baik. "Kita sudah sering menginfokan kepada masyarakat agar membelanjakan bantuan yang diberikan dengan bijak. Seperti membeli sembako, dan kebutuhan rumah lainnya termasuk membeli BBM," tuturnya.

Anggarkan bantuan
Pemerintah Kota Pangkalpinang juga akan menggunakan dana transfer umum untuk membantu masyarakat kurang mampu pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil mengatakan, pihaknya telah menganggarkan dana belanja tak terduga (BTT) sebesar dua persen dari dana alokasi umum (DAU) dan dana bagi hasil pajak untuk membantu masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM tersebut.

"Nanti juga ada bantuan BBM subsidi, setiap orang dia akan mendapat bantuan sebesar Rp600 ribu," kata Molen, sapaan akrabnya, Kamis (8/9).

Dia menyebutkan, kenaikan harga BBM bersubsidi mulai 3 September lalu juga berdampak terhadap ojek online, sopir angkot, nelayan, hingga petani. "Yang sangat berpengaruh kurasa ojol ini, kalau untuk angkot bisa juga. Tetapi persentase menurut pengamatan kami ojek online itu justru lebih besar," tuturnya.

"Bagaimana kawan-kawan ojek online ini susahnya mereka dan itu ada subsidi nanti," ucap Molen.

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved