Kabar Belitung

Dinkes Minta Masyarakat Waspada DBD

Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung meminta masyarakat mewaspadai demam berdarah dengue (DBD) yang kasusnya rentan terjadi saat musim penghujan.

Editor: Rusaidah
Istimewa/Puskesmas Manggar
Tim Puskesmas Manggar saat melakukan penyelidikan epidemiologi ke lokasi rentan penularan DBD. 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung meminta masyarakat mewaspadai demam berdarah dengue (DBD) yang kasusnya rentan terjadi saat musim penghujan.

Menurut Plt Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Sri Agustini, langkah pencegahan yang dapat dilakukan dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"PSN ini masih menjadi langkah efektif untuk memutus mata rantai penyebaran virus dengue yang disebarkan nyamuk aides aegypti," katanya, Selasa (13/9)..

PSN masih menjadi langkah paling efektif dalam mencegah terjadinya DBD yakni dengan menerapkan 3M yaitu menguras atau membersihkan tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang bahan bekas yang memiliki potensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Menjaga kebersihan lingkungan masih menjadi faktor utama untuk pencegahan DBD. Karena nyamuk vektor DBD bisa dikendalikan dengan membersihkan genangan air bersih seperti pada dispenser atau bak-bak penyimpanan air.

Plusnya bisa juga menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air dan menggunakan anti nyamuk

Sementara untuk fogging, lanjutnya, hanya dapat untuk membunuh nyamuk dewasa. Sedangkan jentik yang akan tumbuh menjadi nyamuk dewasa lalu menyebarkan DBD tidak dapat diatasi dengan fogging atau pengasapan.

Selain itu, fogging juga dapat menyebabkan nyamuk resisten atau kebal terhadap obat sehingga nanti akan makin sulit memberantasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, sampai memasuki pertengahan September ini terdapat 146 kasus yang terjadi. Termasuk baru-baru ini terdapat kasus meninggal dunia karena terlambat dibawa ke fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) saat trombosit sudah menurun.

Tingkat kefatalan dalam penanganan DBD bisa dicegah dengan segera membawa penderita ke fasyankes. Menurutnya ketika anak demam tanpa ada faktor infeksi lain atau radang tenggorokan, serta memasuki masa DBD, maka perlu segera diperiksa.

"Ketika demam, diberi obat penurun panas, tidak bisa turun. Itu bisa DBD atau tipes. Apalagi mulai September, itu masuk musimnya," kata dia.

DBD sebenarnya bisa terjadi pada semua usia, namun cenderung rawan terjadi pada anak-anak sampai usia 14 tahun. Karena berkaitan perilaku dan dari segi stamina berbeda dengan dewasa. (del)

 

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved