Ada Loket Pembayaran PBB-P2 di Alun-alun Taman Merdeka

Budiyanto memastikan wajib pajak yang tidak menerima surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) PBB-P2 masih tetap bisa membayar pajak tersebut

Editor: suhendri
Bangka Pos/Cepi Marlianto
Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Pangkalpinang, Budiyanto. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kota Pangkalpinang menghapus denda bagi penunggak pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB-P2). Kebijakan ini berlaku pada 9-30 September 2022.

Terkait hal tersebut, Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Pangkalpinang membuka loket di Alun-alun Taman Merdeka (ATM) untuk mempermudah masyarakat membayar PBB-P2.

Selain itu, loket pembayaran PBB-P2 juga akan dibuka di beberapa tempat keramaian setiap akhir pekan.

"Kita sudah membuka loket pembayaran PBB-P2 hari ini di Alun-alun Taman Merdeka. Insyaallah setiap weekend (akhir pekan) kita laksanakan di tempat keramaian," kata Kepala Bakeuda Kota Pangkalpinang, Budiyanto, Rabu (14/9/2022).

Budiyanto memastikan wajib pajak yang tidak menerima surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) PBB-P2 masih tetap bisa membayar pajak tersebut.

Untuk mengetahui besaran pajak yang harus dibayar, wajib pajak dapat melakukan pengecekan data piutang PBB-P2 dengan mengecek nomor objek pajak (NOP).

Nomor objek pajak sendiri dapat dilihat melalui https:// cekpbb.pangkalpinangkota.go.id.

Selain itu, wajib pajak juga bisa berkoordinasi dengan petugas penagihan yang ada di setiap kelurahan atau datang langsung ke loket pembayaran PBB-P2 di kantor Bakeuda Kota Pangkalpinang.

"Petugas kami sebenarnya bukan hanya mengambil tagihan, tetapi juga menyampaikan informasi salah satunya misalnya tidak atau belum tersampaikannya SPPT terhadap keadaan objek pajaknya dan subjek pajak," ujar Budiyanto. (u1)

Sumber: Bangka Pos
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved