Kabar Bangka Tengah

Eks Bendahara PDAM Korupsi Rp100 Juta

Eks Bendahara sekaligus kasir di PDAM Tirta Bangka Tengah cabang Simpangkatis, WT (27) ditetapkan sebagai tersangka kasus penggelapan dana.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Arya Bima Mahendra
Kapolres Bateng, AKBP Moch Risya saat memimpin konferensi pers. 

KOBA, BABEL NEWS - Eks Bendahara sekaligus kasir di PDAM Tirta Bangka Tengah cabang Simpangkatis, WT (27) ditetapkan sebagai tersangka kasus penggelapan dana setoran pelanggan hingga mencapai hingga Rp100 juta lebih. Diketahui, WT (27) melakukan penggelapan dana dalam jabatan atas setoran air dan non-air pelanggan PDAM Tirta Bangka Tengah cabang Simpangkatis periode 2015-2017.

Kapolres Bateng, AKBP Moch Risya Mustario mengatakan, ada beberapa barang bukti (BB) yang berhasil diamankan dalam perkara ini. Di antaranya, DRD (Daftar Rekening Diterbitkan), LPP (Laporan Penerimaan Penagih), salinan rekening koran PDAM, Surat Perjanjian Kerja (SPK) atas nama tersangka, laporan keuangan PDAM Tirta Bateng Periode 2015-2017 serta laporan Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) dan inspektorat Kabupaten Bateng.

"Seharusnya uang setoran pembayaran air dan non-air oleh pelanggan tersebut disetorkan ke kas PDAM Tirta Bangka Tengah, namun sebagian dari uang tersebut digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi," ucap Risya, dalam konferensi pers di Polres Bateng, Rabu (14/9).

Dari hasil penyidikan, dana tersebut digunakan tersangka untuk membeli keperluan pribadi serta melakukan renovasi rumahnya yang berada di Desa Lampur, Kecamatan Sungaiselan. "Ada kemungkinan dilakukan penyitaan terhadap aset-aset milik tersangka, karena memang aset-aset tersebut didapat dari hasil kejahatan," jelasnya.

Ia menambahkan, sampai saat ini tidak ada pihak atau tersangka lain yang terlibat dalam kasus tersebut. "Untuk sementara belum ditemukan adanya indikasi pihak lain yang terlibat. Kami juga terus mendalami keterangan dari saksi-saksi dan tersangka," ujarnya.

Risya menjelaskan, kasus korupsi tersebut mulai terendus sejak tahun 2017 karena adanya laporan dari masyarakat yang mencurigai tersangka. Kemudian, setelah dilakukan proses penyelidikan, mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan alat bukti serta dilakukan audit pemeriksaan oleh Inspektorat Daerah Bangka Tengah, ternyata memang betul ditemukan kerugian negara hingga Rp100 juta lebih.

Menurut Risya, tersangka melakukan perbuatan penggelapan dana tersebut atas kehendaknya sendiri tanpa adanya suruhan dari orang lain. "Setelah diberikan kesempatan, tersangka tidak dapat melakukan pengembalian kerugian tersebut sehingga kasusnya terpaksa dinaikkan ke tingkat penyidikan," ungkap Risya.

Ia menambahkan, saat ini berkas perkara tersebut juga telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Bangka Tengah atau P21 sesuai surat yang tertanggal pada 3 Agustus 2022. "Setelah selesai kegiatan konferensi pers ini, langsung akan kami lakukan penyerahan tersangka beserta barang buktinya ke Jaksa Penuntut Umum Kejari Bateng," ujarnya. (u2)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved