Kabar Kabupaten Bangka

Rizky Terpental dari KM Begal

Rizky (16) hilang di laut setelah terpental dari kapal pencari ikan KM Begal. Hingga Rabu (14/9), Tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Deddy Marjaya
ABK KM Begal melaporkan rekannya yang hilang tercebur di laut, Rabu (14/9). 

SUNGAILIAT, BABEL NEWS - Rizky (16) hilang di laut setelah terpental dari kapal pencari ikan KM Begal. Hingga Rabu (14/9), Tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian.

"Korban terpental dari kapal saat mengalami cuaca buruk di kawasan perairan arah timur Tanjung Tuing, kita terus berupaya melakukan pencarian dengan menyisiri lokasi tempat terjatuhnya korban," kata Bripka Heri Irawan, Kapten Kapal KP 2009 Dit Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung di Pos Polairud Jelitik Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka.

Kapal KM Begal dinahkodai oleh Heri (32) dengan ABK Rizky dan Israt (17) bertolak ke laut untuk beraktivitas mencari ikan, Selasa (13/9) dini hari dari Rambak Kecamatan Sungaliat Kabupaten Bangka. Namun saat berada di kawasan perairan koordinat 01 23' 177'' S - 106 12' 663'' E arah timur Tanjung Tuing diserang badai sekitar pukul 10.00 WIB.

Rizky yang berada di buritan kapal terpental ke laut saat badai menyerang. Melihat hal tersebut kedua rekannya berusaha melakukan pencarian namun tubuh Rizky menghilang. Upaya pencarian dilakukan kedua rekannya di sekitar lokasi hilangnya Rizky namun tak membuahkan hasil. Keduanya kemudian memutuskan kembali ke darat dan selanjutnya melaporkan ke Pos Polairud di Kawasan Industri Jelitik Sungailiat Kabupaten Bangka.

Saat kejadian, korban menggunakan baju kaos hitam dan training sekolah.

Menurut Bripka Heri Irawan, pihaknya dari Dit Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung bersama anggota Sat Polairud Polres Bangka berkoordinasi dengan Basarnas, Pos TNI AL Sungaliat dan guna melakukan pencarian. Termasuk akan melakukan pencarian dengan menyisiri sekitar titik hilangnya korban.

"Personel gabungan Kapal Patroli Ditpolairud Pangkalan Sandar Sungailiat Dit Polairud bersama nelayan akan berangkat ke sekitar TKP jatuhnya korban guna melakukan pencarian terhadap korban, sedangkan pihak Basarnas telah bertolak ke kawasan Tanjung Tuing," paparnya.

Ia melanjutkan, pihaknya terus memantau melalui radio komunikasi yang digunakan para nelayan. Diharapkan jika para nelayan yang beraktivitas di laut apabila menemukan korban untuk memberikan informasi melalui saluran radio agar dapat segera diambil tindakan evaluasi.

"Selain melakukan pencarian langsung ke lokasi kita juga memantau lewat radio dan mengimbau nelayan jika mendapatkan informasi segera memberitahukan lewat radio komunikasi," paparnya. (die)

 

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved