Berita Bangka Selatan

DLH Bangka Selatan Gencarkan Program Mama Papa

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangka Selatan terus menggencarkan program unggulan Mari Menabung Pakai Sampah (Mama Papa).

ist/DLH Basel
BUDI DAYA MAGOT - Pegawai DLH Basel saat menunjukkan hasil budi daya magot yang berada di kawasan kantornya, Senin (19/9). 

TOBOALI, BABEL NEWS - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangka Selatan terus menggencarkan program unggulan Mari Menabung Pakai Sampah (Mama Papa). Program ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah di wilayah tersebut.

Plt Kepala DLH Basel, Hefi Nuranda mengakui, pihaknya merangkul organisasi perangkat daerah, sekolah hingga pelosok desa dalam menjalankan program ini sejak beberapa bulan terakhir. "Alhamdulillah, sampai saat ini kawan-kawan DLH bekerja sama dengan semua pihak untuk menabung sampah di bank sampah DLH setiap Jumat pagi. Sedangkan untuk 50 desa, sudah tiga desa yang sekarang sudah memiliki bank sampah, terutama masyarakat menyambut baik program ini," kata Hefi, Senin (19/9).

Diakuinya, selama sekitar empat bulan terakhir, sudah 1,5 ton sampah bekas yang ditabung. "Itu berkat kerja sama kawan-kawan semua. Semoga ke depan program ini akan berjalan sesuai rencana. "Ayo kita sama-sama jaga lingkungan kita, jangan sampai membuang sampah sembarangan, kalau bisa ditabung di bank sampah kami siap menerimanya," jelasnya.

Selain itu, pihaknya saat ini sedang fokus membudidayakan belatung atau magot, untuk mengurangi sisa sampah makanan baik dari rumah, pasar maupun rumah makan. "Ya kami saat ini juga ada program budi daya magot yang sudah berjalan, tempatnya di belakang kantor DLH. Walaupun kondisinya belum begitu maksimal, akan tetapi sudah ada hasilnya puluhan kilogram kami budi dayakan," ujar Hefi.

Diakuinya, magot atau belatung memakan makanan dari sisa berbagai macam makanan. "Jadi sisa makanan seperti buah-buahan maupun sayuran dari rumah makan atau pasar, akan diberikan ke magot terutama untuk mengurangi sampah organik yang ada di masyarakat," jelasnya.

Pihaknya juga dalam waktu dekat berencana akan menggandeng Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Basel untuk menyediakan tempat khusus magot di lokasi pasar. "Tujuannya agar makanan magot tinggal mereka ambil dari sisa makanan yang ada di pasar dan diberikan ke magot," ungkap Hefi. (v1)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved