Kabar Pangkalpinang

Akademisi sebut Gerakan Bangga Buatan Indonesia Perlu Aksi Spesifik dari Pemerintah Terkait

Dosen Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung (UBB) Ryand Daddy Setyawan menilai Gerakan Bangga Buatan Indonesia.

Editor: Rusaidah
Istimewa
Dosen Program Studi Bisnis Digital FE UBB Ryand Daddy Setyawan. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Dosen Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung (UBB) Ryand Daddy Setyawan menilai Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang digaungkan Presiden Jokowi sudah bisa dipraktikkan oleh pemerintah di daerah lewat kebijakan menggunakan aksesoris pakaian, sepatu dan lain-lain di salah satu hari kerja.

Bahkan ia menuturkan hal tersebut juga bisa dibuat perda di masing-masing pemerintah daerah/kota sehingga gaung BBI bukan hanya omongan semata.

Ryan mengungkapkan, tren BBI di Bangka Belitung sendiri mungkin masih sangat terbatas. Untuk itu dalam mendukung Gerakan BBI ini butuh regulasi terkait peraturan tambahan di masing-masing pemprov, pemda, pemkot dalam memberi aksi yang spesifik mengenai program BBI secara masif.

"Bangka Belitung sendiri pada dasarnya memiliki banyak produk lokal dalam kegiatan perekonomiannya. Tetapi, butuh regulasi terkait peraturan tambahan di masing-masing pemprov, pemda, pemkot agar memberi aksi nyata," ujarnya.

Menurutnya, gerakan kampanye BBI merupakan program yang layak digaungkan. Pada dasarnya kegiatan ini merupakan perwujudan dari budaya 'gotong royong' yang mendarah daging di Indonesia.

"Banyak pelaku UMKM yang terimbas dampak Covid-19 kemarin, sehingga membutuhkan uluran bantuan dari sama-sama pelaku UMKM ataupun masyarakat luas lainnya. Oleh karena itu melalui gerakan BBI ini tentunya menjadi upaya tepat untuk saling membantu," ungkapnya.

Dikatakan Ryan, belanja online adalah salah satu upaya menggerakan perekonomian nasional. Pada tahun 2020, di Indonesia ada 88,1 persen penduduk Indonesia pengguna media e-commerce, sekitar 126 juta penduduk, dan dari para pengguna e-commerce tersebut, didapat nilai transaksinya sebesar Rp266 triliun.

"Cara yang tepat melaksanakan gerakan BBI adalah dengan membeli dan menggunakan produk-produk dalam negeri tersebut. Dengan menggunakan produk tersebut kita dapat menjadi role model orang lain untuk ikut BBI. Karena produk dalam negeri ini, tidak kalah baik dan layak dibandingkan dengan produk dari luar negeri. Seperti dalam beberapa bulan terakhir, kita dihebohkan dengan CFW (Citayam Fashion Week), yang hanya mengandalkan produk lokal dan harganya sanagat ekonomis, tapi bisa menjadi trendsetter di kalangan anak muda," tuturnya.

Ia menuturkan, banyak hal yang didapat ketika menggunakan produk lokal. Selain produk lokal juga memiliki kualitas yang bagus, harga yang ditawarkan juga yang terjangkau. Sedangkan dari aspek perekonomian, turut membantu mengembangkan pelaku UMKM di negara Indonesia. Serta produk lokal juga akan semakin dikenal di belahan dunia lain. (t3)

 

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved