Kabar Pangkalpinang

Brand Lokal Tak Kalah Keren, Disperindag Gencarkan Gerakan Bangga Buatan Indonesia

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) bertujuan agar masyarakat Indonesia mencintai dan menggunakan karya anak bangsa.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
Ilustrasi tangkapan layar Sepiak Belitong di e-commerce Shopee. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) bertujuan agar masyarakat Indonesia mencintai dan menggunakan karya anak bangsa, utamanya produk UMKM lokal.

Gerakan ini telah diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 14 Mei 2020. Beliau juga mengajak warga Indonesia untuk membeli dari para pelaku UMKM yang terdampak krisis saat pandemi Covid-19 kemarin.

Namun rupanya, banyak muda mudi yang lebih suka membeli busana hingga aksesoris dari brand asing ketimbang brand lokal.
Padahal, beberapa brand lokal dari UMKM di Indonesia kian banyak bermunculan di e-commerce. Mulai dari sepatu, baju kaos, kemeja, tas, hingga aksesoris lainnya.

Kata Fajri, warga Pangkalpinang nyaris tak memiliki barang brand lokal Indonesia. Namun kalau produk seperti Nike hingga Adidas meskipun tidak original ia punya.

"Kalau brand lokal itu banyak muncul jualan di Instagram, tapi kurang tertarik untuk beli. Karena desain produknya yang kurang suka, kalau produk asing meskipun tidak original banget tetap dicari karena bagus-bagus modelnya," kata Fajri kepada Bangka Pos Group, Rabu (14/9).

Namun, kata Fajri kedepan ia akan berusaha menyukai produk-produk lokal Indonesia.

"Tidak memiliki produk lokal bukan berarti tidak Bangga Buatan Indonesia ya, hanya belum punya saja. Kita beli di Indonesia kok," tuturnya.

Senada dengan Mery, warga Pangkalpinang yang merupakan pemain bulutangkis itu kerap membeli sepatu dari produk asing.
Kata Mery, produk asing memang terkenal lebih kuat meskipun harganya yang mahal.

"Kalau untuk main bulutangkis jarang pakai sepatu produk lokal, bukan karena apa sih tapi karena produk asing seperti Li-Ning itu sudah terpercaya jadi lebih tahan lama dan kuat saja," sebutnya.

Sementara, Farma menyebut saat ini ia masih berusaha mengoleksi produk buatan Indonesia seperti baju hingga sepatu.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved