Kabar Pangkalpinang

KemenkumHam Optimalisasi Peran Majelis Pengawas Notaris

KemenkumHam Republik Indonesia Kantor Wilayah Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat koordinasi majelis pengawas notaris tahun 2022, Rabu (21/9).

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
Rapat koordinasi majelis pengawas notaris tahun 2022. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHam) Republik Indonesia Kantor Wilayah Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat koordinasi majelis pengawas notaris tahun 2022, Rabu (21/9) di Soll Marina Hotel.

Kegiatan yang mengusung tema optimalisasi peran majelis pengawas melalui peningkatan profesionalitas, sinergitas, dan integritas yang berkeadilan dan berkepastian hukum.

Rapat koordinasi itu diikuti oleh 60 orang peserta dari Kanwil Kemenkumham dan para notaris di Bangka Belitung.

Dengan narasumber dari Majelis Pengawas Pusat Notaris Agung Iriantoro, Muhammad Maliki Sukmana dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, dan Yuli Kemala dari Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia Bangka Belitung.

Kepala Kanwil Kemenkumham Bangka Belitung, T. Daniel L. Tobing menyebut, notaris merupakan pejabat umum yang berwenang untuk membuat akta autentik dan memiliki kewenangan lainnya.

Menurutnya, peran notaris sangat penting dalam membantu menciptakan kepastian dan perlindungan hukum bagi masyarakat. Keberadaan Notaris tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat yang membutuhkan pelayanan dalam hal pembuatan akta autentik sebagai alat bukti atau sebagai syarat sah atau mutlak untuk perbuatan hukum tertentu.

"Kehadiran notaris memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, sebagaimana misalnya dalam hal mendirikan suatu badan usaha, perjanjian jual-beli, dan lain sebagainya," ujar Daniel dalam sambutannya sekaligus membuka rapat koordinasi tersebut, Rabu (21/9).

Dia menuturkan, notaris merupakan profesi yang terhormat dan selalu berkaitan dengan moral dan etika ketika menjalankan tugas jabatannya. Notaris harus berpegang teguh dan menjunjung tinggi martabat profesinya sebagai jabatan kepercayaan dan terhormat. Karena lekatnya etika pada profesi notaris sehingga disebut sebagai profesi yang mulia.

"Notaris juga diharapkan dapat memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat, khususnya dalam pembuatan akta, sehingga masyarakat akan mendapatkan kepastian hukum dan perlindungan hukum," tambahnya.

Saat ini, kata Daniel, jumlah notaris di seluruh wilayah Indonesia sebanyak 17.505 notaris, dan untuk wilayah Provinsi Bangka Belitung sendiri sebanyak 81 notaris, sedangkan untuk laporan bulanan wilayah Provinsi Bangka Belitung sejumlah 14.334 akta.

"Di Provinsi Bangka Belitung ada satu orang notaris yang telah melakukan pelanggaran kode etik atau tindak pidana dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap dari Pengadilan, namun kedepannya kita berupaya agar tidak ada lagi notaris yang melanggar kode etik atau melakukan tindak pidana," bebernya.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Eva Gantini menyebut, keberadaan notaris sangat penting untuk menciptakan kepastian dan perlindungan hukum, melayani masyarakat dalam pembuatan transaksi yang berkekuatan hukum tetap.

"Kanwil Hukum dan HAM yang mempunyai fungsi untuk mengawasi dan membina para notaris untuk memperkuat koordinasi, yang kedua kita bisa berdiskusi terkait bagaimana membina notaris," sebut Eva.

Sementara, Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia Bangka Belitung Yuli Kemala sekaligus narasumber dalam kegiatan tersebut sangat mengapresiasi terlaksananya rapat koordinasi majelis pengawas notaris tahun 2022.

"Karena ini yang rapat majelis pengawasan kepada notaris, tentu kami sangat berterima kasih karena outputnya kepada kami teman-teman notaris, semakin tertib administrasinya nanti," ujar Yuli. (t2)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved