Berita Bangka Tengah

Pemkab Sudah Ajukan Raperda ke DPRD, Bangka Tengah Fasilitasi Pengembangan Pesantren

Pemkab Bangka Tengah mengusulkan penyusunan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang fasilitasi pengembangan pesantren di wilayahnya

ist
RAPAT - Pansus 19 DPRD Bateng saat memanggil seluruh pimpinan pondok pesantren melalui rapat yang digelar di ruang paripurna DPRD Bateng, Selasa (20/9). 

KOBA, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah mengusulkan penyusunan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang fasilitasi pengembangan pesantren di wilayahnya. DPRD Bateng juga telah membentuk panitia khusus (Pansus) 19 yang terdiri dari tujuh orang untuk membahas perihal Raperda tersebut.

Ketua Pansus 19, Apri Panzupi mengatakan, Bateng memiliki sekitar 20 Ponpes yang memang sebelumnya telah sering mendapatkan dana bantuan hibah dari pemerintah daerah. "Selama ini, bantuan hibah dari Pemkab Bateng memang sudah berjalan. Tapi rencananya bantuan pengembangan itu akan dikuatkan lagi melalui Raperda tersebut," ucap Apri, Rabu (21/9).

Menurutnya, Raperda tersebut disusun dengan tujuan agar bantuan yang diberikan kepada Ponpes berjalan lebih masif. Pasalnya, selama ini dana hibah yang diterima oleh pondok pesantren selalu berasal dari Kesra.

"Kami ingin memperluas hal itu, dan membuat hal yang baru, sehingga bantuan yang diterima oleh Ponpes tidak hanya sebatas dari dana hibah yang ada di Kesra," jelasnya.

Apalagi diakuinya, dana hibah tersebut tidak bisa disalurkan setiap tahun atau berturut-turut dan hanya bisa diberikan sekali dalam dua tahun. "Dana hibah itu tidak bisa setiap tahun, harus ada jedanya. Misalnya tahun ini dapat dana hibah, maka tahun 2023 enggak dapat dan tahun 2024 baru bisa dapat lagi," ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya ingin sesuatu yang lebih luas dengan melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membantu mengembangkan Ponpes yang ada di wilayahnya. "Misalnya dari dinas PUPR bisa membantu sarana dan prasarana seperti akses jalan dan lain sebagainya. Dinas perumahan bisa membantu pembangunan asrama Ponpes, kemudian Disperindag membantu penguatan ekonomi pesantren dan masih banyak lagi," ungkap Apri.

Menurut Apri, Ponpes adalah benteng untuk melindungi generasi-generasi yang akan datang dari pengaruh buruk arus globalisasi. "Jadi enggak ada lagi istilah kalau Ponpes itu pilihan terakhir orang tua untuk menyekolahkan anaknya. Kalau bisa, Ponpeslah yang jadi pilihan utama," tegasnya. (u2)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved