Kabar Pangkalpinang

Harga Sewa Perahu Nelayan Naik, Belum Terima Bantuan Pasca Kenaikan Harga BBM

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis bio solar dari Rp5.250 menjadi Rp6.800 per liter turut dikeluhkan kaum nelayan.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Dede Suhendar
Nelayan pemancing cumi Sungai Kubu bersiap berangkat melaut, Sabtu (24/9). 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis bio solar dari Rp5.250 menjadi Rp6.800 per liter turut dikeluhkan kaum nelayan.

Ketua Forum Nelayan Baro Erwin mengakui kenaikan BBM sangat berdampak terhadap pendapatan mereka terutama modal.
Sementara hasil tangkapan ikan sudah tak bisa diprediksi, apalagi tangkapan mereka bukan konsumsi ekspor tapi pasar lokal.

"Jadi kami sekarang simalakama juga, karena mau menaikkan harga ikan, kondisi ekonomi masyarakat juga kurang baik. Jadi kalau berdampak itu pasti," katanya kepada Bangka Pos Group, Sabtu (24/9).

Demi menyiasati kondisi tersebut, kata Erwin, khusus nelayan harian berencana untuk menaikkan harga sewa perahu.

Mengingat nelayan Baro sendiri memiliki ciri khas yaitu adanya masyarakat yang menumpang untuk memancing.

"Rencananya ada kenaikan sedikit dari Rp35 ribu menjadi Rp50 ribu per orang. Masih terjangkau lah bagi masyarakat," katanya.

Pasca kenaikan harga BBM, Forum Nelayan Baro belum menerima bantuan dalam bentuk apapun dari pemerintah.

Padahal, kata Erwin, mereka sangat berharap mendapat bantuan tersebut untuk meringankan beban sehari-hari.

"Kami mohon perhatian kepada pemda Belitung ini terutama setelah kenaikan harga BBM," katanya.

Ia menjelaskan Forum Nelayan Baro memang sudah lama terbentuk tetapi sekitar sembilan bulan lalu sudah legal dengan akta notaris.

Sampai saat ini kelompok tersebut menaungi anggota 70 orang dengan ukuran kapal yang berbeda-beda.

"Alhamdulillah sekarang kami sudah legal tercatat di notaris dengan kepengurusan baru," katanya.

Selain Erwin, Jaya nelayan Tanjung Kubu juga merasakan kondisi yang sama.

Nelayan pemancing cumi itu merasa kenaikan harga BBM sangat berdampak bagi pendapatannya.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved