Kabar Pangkalpinang

Kerja Sama Tim Dokter Kunci Sukses Persalinan Bayi Kembar Tiga

Membantu proses persalinan ternyata menjadi kekhawatiran tersendiri bagi seorang dokter kandungan.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Sela Agustika
Dokter berbincang dalam Dialog Ruang Tengah di Primaya Hospital Bhakti Wara, Senin (26/9). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Membantu proses persalinan ternyata menjadi kekhawatiran tersendiri bagi seorang dokter kandungan. Apalagi menangani ibu hamil dengan kondisi bayi kembar tiga menjadi pengalaman pertama yang ditangani dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr Idries Tirtahusada, Sp.OG dan dokter spesialis anak dr Ied Imilda, M.Biomed, Sp. A(K) di Primaya Hospital Bhakti Wara.

Dikatakan dr Idries, kondisi cabang bayi yang sudah diketahui saat melakukan pemeriksaan awal ini membuatnya fokus untuk rutin mengevaluasi kesehatan cabang bayi dan ibu guna memastikan kesehatan keduanya. Pasalnya dalam proses persalinan bayi kembar, tingkat prematur pada cabang bayi kerap terjadi sehingga membutuhkan perhatian khusus.

"Kejadian bayi kembar tiga ini murni alamiah, kebetulan pasien yang melahirkan ini dari usia 9 minggu sudah cek di Primaya Hospital Bhakti Wara. Yang mana awal melihat kondisi ini terkejut, pasien tidak nyangka, saya juga sedikit terkejut walaupun sebenarnya ada juga beberapa kondisi pasien yang melahirkan bayi kembar tiga," ujar dr Idries saat Dialog Ruang Tengah, Senin (26/9).

Ia menuturkan, persentase kelahiran bayi kembar tiga hanya terjadi 0,8 persen dari kelahiran bayi tunggal pada umumnya. Oleh sebab itu dalam proses persalinan berbagai persiapan yang dilakukan lebih ekstra, baik tenaga tim kebidanan ataupun peralatan kesehatan yang digunakan.

"Untuk persalinan bayi kembar memang butuh penanganan khusus, baik persiapan pematangan sebelum operasi, tim medis yang lebih dan lainnya," katanya.

Ia mengungkapkan, ketenangan dan kerja sama tim menjadi kunci utama yang selalu diterapkan dalam menjalani profesi sebagai dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

"Dokter kandungan harus siap 24 jam, selain dituntun harus berpikir cepat dalam menghadapi kondisi persalinan. Jiwa kita harus memiliki ketenangan, karena apabila panik akan menciderai jabang bayi," ucapnya.

"Untuk tindakan yang dilakukan pada pasien persalinan bayi kembar, ini tergantung dengan kondisi jabang bayi. tidak selalu operasi, dan bisa normal apabila kondisi bayi memungkinkan," ungkapnya.

Dokter spesialis anak dr Ied Imilda menuturkan, dalam memberikan penanganan terhadap bayi lahir tunggal dan kembar memang membutuhkan persiapan yang lebih, apalagi kondisi bayi kembar dengan satu plasenta sehingga membuat tim harus menyiapkan peralatan yang lebih.

"Secara prinsip sama setiap persalinan ini, yang beda hal persiapan, yang kembar lebih banyak dan peralatan juga lebih kita maksimalkan karena kondisi plasenta ini membuat kita lebih mempersiapkan pematangan," ucap dr Ied.

Ia mengatakan, dalam menangani bayi prematur pihaknya juga memastikan kondisi asupan pada bayi terpenuhi secara normal dengan asupan yang cukup.

"Jadi selain memperhatikan persiapan kelahiran, kondisi bayi prematur ini membutuhkan perhatian khusus. Dimana normal tumbuh bayi besar di perut ibu setelah mendapat nutrisi cukup dan ketika lahir pun harus mendapatkan asupan nutrisi yang cukup sehingga kita rutin mengontrol ini," paparnya.

Ia pun turut mengapresiasi atas kerja sama tim yang telah membantu proses kelahiran bayi kembar tiga yang perdana ditangani tim di Primaya Hospital Bhakti Wara. (t3)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved