Pemkot Pangkalpinang Perbaiki Pengelolaan Aset

Namun, dia tak memungkiri bahwa nilai indeks Monitoring Centre for Prevention atau MCP Kota Pangkalpinang berada di kisaran 49,75 persen

Editor: suhendri
Bangka Pos/Cepi Marlianto
Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kota Pangkalpinang memastikan siap menertibkan, menyelesaikan, dan memperbaiki tata kelola aset negara serta optimalisasi penggunaan aset di wilayahnya.

Hal itu dilakukan untuk mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Pangkalpinang.

"Supaya nilai WTP-nya bagus, penataan asetnya juga harus bagus, dari inventarisasi, pencatatan, penghapusan, dan perolehannya harus lengkap," kata Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam, Jumat (23/9/2022).

Menurut Radmida, terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 47 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pembukuan, Inventarisasi, dan Pelaporan Barang Milik Daerah (BMD) sangat mendukung untuk menyelesaikan permasalah aset.

"Ini dimaksudkan agar semua BMD dalam pengurusan pengguna barang tercatat dengan baik," ujarnya.

Barang milik daerah atau aset merupakan sumber daya ekonomi milik daerah yang memiliki peran dan fungsi strategis dalam penyelenggaraan pemerintah daerah, khususnya dalam meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

"Saya mengingatkan dan saya yakin di Pangkalpinang tidak ada masalah terkait aset," ucap Radmida.

Namun, dia tak memungkiri bahwa nilai indeks Monitoring Centre for Prevention atau MCP Kota Pangkalpinang berada di kisaran 49,75 persen atau masih jauh dari rata-rata indeks MCP nasional 71 persen. Hal ini dikarenakan permasalahan aset.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Pangkalpinang terus melakukan penataan aset dan sosialisasi Permendagri Nomor 47 Tahun 2021.

"Salah satu tujuan dari sosialisasi ini untuk meningkatkan nilai MCP kita juga. Sejarah, tentang aset itu di mana, kapan diperoleh dan dihapuskan itu tercatat dengan baik dan terinventarisasi dengan baik," tutur Radmida. (u1)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved