Polres Pangkalpinang Gratiskan Layanan Sidik Jari, Syaratnya Murah

Pemohon juga harus membawa fotokopi KTP satu lembar, pasfoto berwarna ukuran 4x6 dua lembar, dan diimbau membawa alat tulis sendiri.

Editor: suhendri
Dok. Polres Pangkalpinang
Perekeman sidik jari warga dilakukan oleh petugas Unit Identifikasi Satreskrim Polres Pangkalpinang. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Kepolisian Resor Pangkalpinang menggratiskan layanan pengambilan dan perumusan sidik jari.

Pembuatan dan pengambilan rumus sidik jari sendiri merupakan salah satu persyaratan dalam penerbitan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).

Kepala Unit Identifikasi Satuan Reserse Kriminal Polres Pangkalpinang Aipda Apri Kurniawan mengatakan syarat mengurus perumusan sidik jari tidaklah sulit.

Pertama-tama, pemohon wajib datang ke polres setempat.

Pemohon juga harus membawa fotokopi KTP satu lembar, pasfoto berwarna ukuran 4x6 dua lembar, dan diimbau membawa alat tulis sendiri.

Selanjutnya, pemohon mengisi formulir dengan menggunakan data KTP.

Kemudian, pihak unit identifikasi akan mengambil 10 cap jari pemohon untuk menyelesaikan mekanisme pembuatan kartu rekam sidik jari.

"Itu semua tidak dikenakan biaya administrasi dalam pengurusannya alias gratis," kata Apri, Selasa (27/9/2022).

Dia menyebut kartu rekam sidik jari berlaku seumur hidup dan di seluruh dunia.

Jika kartu tersebut hilang, sang pemilik bisa datang ke kantor polres untuk meminta kartu baru. Syaratnya sama, namun tidak perlu lagi diambil cap sepuluh jari karena datanya sudah ada.

"Untuk warga negara asing yang sedang belajar atau bekerja tetap diwajibkan membuat rekam sidik jari. Nanti akan diberi surat keterangan lapor diri (SKLD) sebagai langkah antisipatif terhadap kemungkinan terburuk misalnya terlibat dalam tindak pidana," ujar Apri.

"Syaratnya hanya perlu paspor dan surat keterangan dari perusahaan yang mempekerjakannya, atau bagi yang belajar cukup surat keterangan dari institusi pendidikan tempat orang asing itu belajar," lanjutnya. (riz)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved