Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Sejak 2018, Dua Blok Rusunawa Terbengkalai, Molen: Kita Cari Solusi

Dua blok rumah susun sederhana sewa atau Rusunawa blok A dan B di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Pangkalbalam, terbengkalai.

Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
RUSUNAWA - Kondisi blok A dan blok B Rusunawa tak terpakai yang berada di Pangkalarang, Ketapang, Pangkalpinang, Jumat (1/7). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Dua blok rumah susun sederhana sewa atau Rusunawa blok A dan B di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung terbengkalai. Kondisi bangunan di dua blok tersebut tampak tak terurus.

Terdapat banyak coretan di hampir setiap dindingnya. Bahkan sejumlah cat dinding di beberapa tembok tersebut sudah mulai mengelupas, begitu juga sebagian sisi tembok sudah mulai diselimuti lumut yang mulai menghijau.

Tak hanya itu, di tempat lain sejumlah ruangan kosong bahkan dijadikan tempat penyimpanan barang rongsok. Itu terlihat dari beberapa karung yang disusun rapi di tempat tersebut berisikan botol bekas.

Menurut keterangan warga sekitar, Nur (45), dua blok Rusunawa tersebut sudah lama tak berpenghuni. Sepengetahuan dirinya, dua blok tersebut sudah tak lagi dihuni oleh masyarakat sejak tahun 2018. "Sudah lama, sekitar 2018-an lah tidak ada yang menempati lagi," kata Nur, Kamis (29/9).

Diakuinya, dahulu dua blok tersebut memang banyak ditempati oleh masyarakat yang menyewa di Rusunawa itu. Bahkan dulu diakui dia cukup ramai, namun sejak beberapa tahun terakhir dua blok rusun tersebut mulai ditinggalkan.

Banyaknya masyarakat yang meninggalkan kawasan tersebut lantaran dipicu beberapa permasalahan. Mulai dari atap yang sering bocor dan masalah air. Hingga akhirnya hanya dua blok rusunawa yang terisi, yakni blok C dan D walaupun tidak penuh.

"Infonya dahulu karena sering bocor sama masalah air jadi banyak yang pindah. Jadi sayang kalau terbengkalai seperti itu," jelas Nur.

Pihak ketiga
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil membenarkan, jika saat ini ada dua blok gedung di Rusunawa yang tidak lagi digunakan dan terbengkalai dan dalam kondisi tidak layak huni. Di mana tidak dilakukannya renovasi dua blok rusunawa tersebut lantaran keterbatasan anggaran.

Sehingga, pihaknya tidak mau memaksakan diri untuk melakukan perbaikan karena dapat menelan anggaran yang tak sedikit. "Kita bertahap, karena keterbatasan anggaran juga kita nggak bisa memaksakan diri," ucap Molen, sapaan akrabnya.

Molen menuturkan, pihaknya memang terus bekerja cepat untuk melakukan pembenahan satu per satu rusun tersebut sehingga dapat kembali layak untuk dihuni oleh warga Pangkalpinang. Berbagai upaya sendiri telah dilakukan pemerintah kota supaya kawasan itu bisa digunakan kembali.

Mulai dari mengajak kerja sama pihak ketiga dalam mengelola dua blok rusun yang terbengkalai itu untuk dijadikan penginapan. Di mana pemerintah kota telah mengajak kerja sama dengan OYO atau pihak perhotelan, namun ternyata gagal.

"Kemarin kita kerja sama dengan OYO tapi gagal, masih kita pending dulu. Kalau dikerjakan dengan OYO kan kita enggak mengeluarkan duit," jelasnya.

Pihaknya juga terus menggenjot perbaikannya dua blok rusun lainnya yang saat ini ditempati oleh beberapa penyewa. Di mana secara pelan-pelan terus diperbaiki agar masyarakat merasa nyaman. "Tetapi boleh dilihat, ini beberapa blok lainnya sudah bagus, pelan-pelan saat kita cari solusi," ucapnya.

Molen memastikan, pihaknya akan berkomitmen menata ulang aset-aset milik pemerintah kota yang terbengkalai untuk dibenahi kembali. Termasuk lapangan sepak bola di belakang Rusunawa yang merupakan aset pemerintah.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved