Berita Pangkalpinang

Wali Kota Incar Pelaku Usaha Tak Jaga Kebersihan

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil menegaskan, akan menindak tegas siapapun yang membuang sampah sembarangan tak terkecuali pelaku usaha.

Bangka Pos/Cepi Marlianto
TEMPAT DAUR ULANG SAMPAH - Kondisi tempat daur ulang sampah di Kelurahan Bacang, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, beberapa waktu lalu. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kota Pangkalpinang, dalam waktu dekat berencana menerapkan kebijakan sanksi cukup keras bagi hotel, restoran, rumah makan, toko hingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang membuang sampah sembarangan dan tidak menjaga kebersihan di lingkungannya. Sanksi yang bakal diterapkan tersebut nantinya akan bervariasi tergantung dari tingkat kesalahan yang dilakukan oleh para pelaku usaha ini.

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil menegaskan, akan menindak tegas siapapun yang membuang sampah sembarangan tak terkecuali pelaku usaha yang meninggalkan sampah berserakan. Sanksinya sendiri berupa denda hingga penutupan sementara tempat usaha mereka.

"Misalnya restoran, hotel dan lain sebagainya yang misalnya kotor di depannya kita kasih sanksi seminggu itu harus tutup," kata Molen, sapaan akrabnya, Jumat (30/9).

Pihaknya mengakui, saat ini regulasi tersebut masih disusun untuk nantinya dapat diterapkan. "Toko juga yang buang sampah sembarangan, saya akan tutup selama satu bulan. Berikut pelaku UMKM yang jorok itu akan saya tutup selama seminggu," tegasnya.

Menurutnya, langkah tersebut diambil untuk memberikan efek jera kepada masyarakat dan pelaku usaha yang masih kerap membuang sampah sembarangan dan tidak menjaga lingkungannya. "Dengan begitu kan mereka ada efek jera. Ini gunanya untuk mereka juga, kami menutup itu tidak dapat duit. Ini wacana yang ada di otak saya," jelasnya.

Diakuinya, hal ini agar masyarakat sadar akan kebersihan dan menjaga lingkungan sekitarnya bisa melalui edukasi. Dirinya ingin mengubah mindset atau pola pikir masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

Kalau hal itu tidak dilakukan dari sekarang, dikhawatirkan hal ini menjadi kebiasaan sehingga menimbulkan permasalahan baru. "Waktu FMF kemarin saya tiga hari berturut-turut membuang sampah yang ditinggalkan masyarakat. Masyarakat ini sangat jorok, itu bisa dilihat dari FMF kemarin. Edukasi bisa tapi lama, Dengan efek jera jauh lebih cepat," ucap Molen.

Saat disinggung hal itu dapat mengganggu perekonomian masyarakat, ia memastikan hal itu untuk kebaikan bersama. Dengan begitu mereka akan sadar dan menerapkan perilaku hidup bersih.

Sampai kini pemerintah kota memang masih membiarkan para pelaku usaha untuk menggeliatkan sektor ekonomi pascapandemi Covid-19. Namun jika ekonomi sudah membaik kebijakan itu akan segera diterapkan.

"Tunggu tanggal mainnya, sekarang ini saya ingin keras ke depannya. Saya ingin para pelaku usaha hidup dahulu, mau jorok tidak apa-apa. Tetapi kalau sudah hidup perekonomian saya akan agak keras. Dengan begitu mereka akan menjaga dan sadar. Ini gunanya untuk mereka juga, bukan untuk saya," pungkas Molen. (u1)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved