Berita Kabupaten Bangka

Babel Tuan Rumah Perkemahan Nasional, 1.200 Warga Ikut Peran Saka

Sebanyak 1.200 warga yang berasal dari 31 provinsi se- Indonesia menghadiri perkemahan satuan karya (Peran Saka) tingkat nasional tahun 2022.

Bangka Pos/Akhmad Rifqi Ramadhani
PERAN SAKA - Upacara Pembukaan kegiatan Peran Saka Nasional 2022 di Bumi Perkemahan Depati Amir, Balunijuk, Kabupaten Bangka, mulai Minggu, 2 Oktober-9 Oktober 2022. 

MERAWANG, BABEL NEWS - Sebanyak 1.200 warga yang berasal dari 31 provinsi se- Indonesia menghadiri perkemahan satuan karya (Peran Saka) tingkat nasional tahun 2022 di Bumi Perkemahan Depati Amir, Balunijuk, Kabupaten Bangka, mulai Minggu, 2 Oktober-9 Oktober 2022. Kegiatan ini dihadiri Pj Gubernur Babel, Ridwan Djamaluddin, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso dan Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Babel, Melati Erzaldi.

Ketua Kwartir Daerah Babel, Melati Erzaldi sangat bahagia karena kegiatan berjalan lancar dan sukses. "Sebuah kehormatan bagi kami menjadi tuan rumah peran saka nasional dengan kehadiran kakak dari Sabang sampai Merauke akan menambah semarak masyarakat Babel yang sejak dulu terkenal dengan masyarakat multikultural dan multietnis dengan semangat keberagam," ucap Melati.

Melati menilai Peran Saka Nasional juga bertujuan membentuk generasi muda agar memiliki daya saing dan menjadi agen of produser yang dapat menimbulkan perubahan nyata serta menumbuhkan pola pikir inovatif. "Kami menitipkan harapan yang besar bagi kakak-kakak peserta, semoga dengan kolaborasi yang kita laksanakan semakin meningkatkan kualitas diri dalam mempersiapkan diri menjadi pemimpin bangsa pada tahun 2040," harap Melati.

Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka RI, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso menilai, Peran Saka Nasional 2022 ini sebagai ajang berlatih menularkan minat dan bakat serta pengalaman berbagi ilmu pengetahuan dan teknologi dalam gerakan pramuka. Menurutnya, terdapat 11 saka yang telah terbentuk dan aktif secara nasional, di samping saka rintisan yang telah dikembangkan.

Ia menjelaskan, keberadaan satuan karya (Saka) ini harus dijaga dan terus dikembangkan sehingga perannya sebagai wadah pembinaan dapat dirasakan manfaatnya secara berkesinambungan. "Salah satu upaya untuk mengembangkan saka saka tersebut yakni melalui Peran Saka Nasional 2022," ujar Budi.

Menurutnya, Peran Saka Nasional bertujuan agar generasi muda mempunyai daya saing tinggi sehingga mampu menciptakan perubahan nyata. "Diharapkan para peserta dapat dibina agar mampu bersaing sesama generasi muda di Indonesia sehingga bersama seluruh elemen masyarakat. Para Pramuka Penegak dan Pendega yang mengikuti perkemahan ini dapat bersama sama mewujudkan Indonesia yang lebih maju, makmur, adil dan sejahtera," jelasnya.

Ia juga berharap melalui perkemahan ini semua peserta dapat menjalin keakraban tanpa membedakan suku, agama ,ras dan antargolongan seperti Bhineka Tunggal Ika. Serta menjadi pramuka yang kreatif mampu menghasilkan inovasi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa melupakan tradisi kearifan bangsa sendiri.

Slogan pacak
Pada pelaksanaannya, Ketua Kwartir Daerah Babel, Melati Erzaldi menjelaskan, Peran Saka Nasional mengusung slogan "Pacak" dalam kegiatan ini. Pacak sendiri menurutnya, merupakan kosa kata pergaulan masyarakat Bangka Belitung yang berarti dapat dengan makna memiliki makna kesanggupan dan bertanggung jawab penuh atas pernyataan kesanggupan tersebut.

Selain itu, kata Pacak diharapkan mampu memperkenalkan bahasa daerah Bangka Belitung secara lebih meluas. "Kwarda Babel berterima kasih kepada Kwarnas yang telah memperkenalkan bahasa daerah Babel Pacak sebagai slogan kegiatan," jelasnya.
Di sisi lain, Pacak memiliki makna lain yaitu singkatan dari Pramuka Aktif , Cendekia, Akrab, Kreatif. Hal ini sebagai harapan semua peserta harus aktif mengembangkan wawasan dan pengetahuannya baik itu saat kegiatan maupun setelahnya. "Selamat datang di rumah kami semoga kegiatan dapat berjalan lancar dan kami dapat memberikan pelayanan maksimal," harap Melati. (v2)

Maskot Si Tarba
MASKOT Peran Saka yang disebut Si Tarba terlihat dikerumuni warga perkemahan di sela-sela Upacara Pembukaan Peran Saka Nasional di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Depati Amir, Minggu (2/10). Warga perkemahan terlihat antusias berfoto bersama maskot yang berbentuk hewan endemik Bangka Belitung bernama Mentilin, berwarna cokelat dengan mata yang besar itu.

Si Tarba diambil dari nama ilmiah yakni Tarsius Bancanus. Hewan yang terancam punah ini adalah hewan identitas Provinsi Bangka Belitung yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 522.53-958/2010.

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kepulauan Bangka Belitung (Kakwarda Babel), Melati Erzaldi mengatakan, dijadikan mentilin sebagai maskot dalam acara ini, sebagai upaya memperkenalkan hewan endemik daerah. "Ini adalah salah satu binatang endemik di Babel, kita nyebutnya mentilin, kalau bahasa Babel. Ini untuk menunjukan kepada adik-adik peserta, kakak-kakak bahwa ini adalah binatang yang tidak semua di Indonesia punya binatang endemik ini," ujar Melati.

Ia mengatakan mentilin adalah jenis hewan nokturnal yang hidup atau beraktivitas di malam hari. "Binatang ini sudah cukup langka dan unik karena bisa berputar kepalanya seperti burung hantu, dan dia terkenal dengan binatang malam dengan wajah yang lucu," katanya.

Melati tak menampik beberapa komunitas pencinta hewan berusaha melestarikan hewan langka ini agar terus ada populasi di alam. "Mentilin satwa yang terancam punah, oleh karena itu kita harus sama-sama menjaga dan ekositem mentilin itu hidup. Kalau masyarakat menemukan di hutan, tolong dikembalikan ke habitatnya, jangan dipelihara," jelasnya. (s2)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved