RAPBD Kota Pangkalpinang 2023 Dipatok Rp792,77 Miliar

Penerimaan pendapatan daerah masih didominasi oleh pendapatan transfer yang diestimasikan Rp540,17 miliar.

Editor: suhendri
Bangka Pos/Cepi Marlianto
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil mengatakan, Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Pangkalpinang 2023 sebesar Rp792,77 miliar.

Target pendapatan daerah sebesar Rp711,59 miliar. Target penerimaan pendapatan daerah tersebut dianggarkan untuk membiayai kebutuhan belanja daerah sebesar Rp788,27 miliar.

"Dari selis h antara jumlah pendapatan daerah dengan jumlah belanja daerah, didapati defisit anggaran sebesar Rp76,67 miliar," kata Molen, sapaan akrab Maulan Aklil, usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kota Pangkalpinang, Senin (3/10/2022).

Penerimaan pendapatan daerah masih didominasi oleh pendapatan transfer yang diestimasikan Rp540,17 miliar.

Komposisinya, yakni dana transfer pusat Rp477,92 miliar, dana transfer antardaerah Rp62,25 miliar, lain-lain pendapatan daerah yang sah sesuai peraturan perundang-undangan Rp5 miliar.

Dalam RAPBD 2023 tersebut, pendapatan asli daerah (PAD) ditargetkan Rp166,41 miliar dengan komposisi pajak daerah Rp110 miliar, retribusi daerah Rp14,79 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah Rp6,36 miliar, lain-lain PAD yang sah Rp35,25 miliar.

Adapun pembiayaan daerah terdiri atas penerimaan pembiayaan daerah bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2022 yang diestimasikan Rp40 miliar.

Pengeluaran pembiayaan daerah tahun 2023 sebesar Rp4,5 miliar, pembiayaan neto Rp35,5 miliar, dan sisa kurang pembiayaan tahun berkenaan Rp41,18 miliar.

Molen menyebutkan, program pembangunan dalam APBD 2023 akan diprioritaskan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Tahun 2023 merupakan tahun akhir RPJMD periode 2018-2023 sehingga semua prioritas diharapkan sudah dapat diselesaikan.

Pada 2023, lanjut Molen, masyarakat masih dihadapkan pada beberapa risiko, mulai dari gejolak ekonomi global yang masih tinggi dan berpotensi memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi domestik dalam jangka pendek.

Selain itu, laju inflasi dan eskalasi harga-harga komoditas pokok dan adanya kenaikan bahan bakar minyak juga harus diwaspadai.

Karena itu, Molen berharap APBD 2023 dapat mendorong pemulihan ekonomi dan berperan melindungi masyarakat, dan mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi secara optimal dan berkelanjutan.

"Saya mengharapkan kepada DPRD Kota Pangkalpinang untuk dapat membahasnya (RAPBD 2023--red) secara bersama-sama antara Badan Anggaran dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) dan perangkat daerah hingga dapat persetujuan bersama sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan," ujar Molen.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved