Berita Pangkalpinang

Hadiah DID Babel untuk Keperluan Bansos

Menurutnya, pemerintah provinsi sudah memetakan alokasi anggaran untuk jangka pendek dan jangka panjang.

Bangkapos.com/Dok
Pj Gubernur Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendapat hadiah berupa Dana Insentif Daerah (DID) Rp10,81 miliar dari pemerintah pusat. Hadiah ini diberikan karena Babel menjadi satu di antara 10 provinsi di Indonesia yang bisa mengendalikan inflasi.

Penjabat (Pj) Gubernur Babel, Ridwan Djamaluddin mengatakan, DID ini akan dialokasikan untuk pengendalian inflasi. "Kita tadi sudah rapat inflasi, pertama kita membaik, namun kita mengharapkan kebaikan itu berlangsung sampai akhir tahun, kita mengantisipasi akhir tahun banyak orang bepergian dan cuaca. Kita juga dapat dana insentif, bagaimana caranya digunakan untuk menganggulangi inflasi ini," ujar Ridwan, Kamis (6/10).

Menurutnya, pemerintah provinsi sudah memetakan alokasi anggaran untuk jangka pendek dan jangka panjang. "Yang jangka pendek tadi kita berdiskusi mengenai operasi pasar, subsidi (bantuan sosial-red) bahan pokok, subsidi tranportasi, subsidi nelayan dan UMKM juga," kata Ridwan.

Sementara untuk jangka panjang, Pemprov terfokus untuk memenuhi kebutuhan pangan di Babel. "Salah satunya membangun perkebunan cabai, ada dinas pertanian, ada para ahlinya, kita diskusikan. Selain itu, memberi insentif juga bagi kelompok tani yang membantu khususnya saya lihat di Rias, ada sawah kita yang bagus, traktor baru 2 atau 3 unit, sebagai apresiasi dan upaya meningkatkan produktivitas, kita akan alokasikan alat traktor itu," jelasnya.

Sebelumnya diketahui, provinsi yang mendapatkan hadiah ini meliputi Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur, Papua Barat, DI Yogyakarta, Banten, Jawa Timur, Sumatera Selatan dan Bengkulu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada bulan Agustus 2022, secara tahunan, Bangka Belitung (Babel) mengalami inflasi sebesar 6,38 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (Juli) yang mencapai 7,77 persen (yoy).

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Babel, Edih Mulyadi mengapresiasi upaya berbagai stakeholder atas keberhasilan pengendalian inflasi. "Itu dana insentif daerah, insentif itu adalah sesuatu yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada daerah yang punya kinerja baik. Insentif kali ini, wacana yang berkembang, kaitan sangat erat dengan penyesuaian BBM," ujar Edih, Selasa (27/9).

Edih berharap, dana insentif daerah yang diberikan dapat optimal untuk mengendalikan dampak penyesuaian BBM. "Terkendali atau tidak inflasi itu sebetulnya kita lihat dari pengumuman BPS. Inflasi diumumkan secara bulanan, ada tiga hal, dari bulan kemarin ke bulan sekarang, ada juga tahun ini dengan bulan yang sama tahun sebelumnya," kata Edih.

Dengan capaian ini, dia berharap pemerintah daerah tetap terus bisa mengendalikan inflasi di daerah. "Inflasi ini fenomena ekonomi, biasa, pasti terjadi kenaikan harga tapi inflasi seperti apa yang dikehendaki perekonomian adalah inflasi yang terkendali, karena jumlah uang yang beredar berpotensi menaikkan harga," jelasnya.

Kepala Biro Ekonomi Pembangunan Setda Babel, Ahmad Yani bersyukur Babel mendapat hadiah berupa Dana Insentif Daerah (DID) Rp10,81 miliar dari pemerintah pusat. "Alhamdulillah, puji syukur, yang telah memberikan kita peluang. Ini sebenarnya bukan pekerjaan Biro Ekbang saja, tetapi pekerjaan kita semua, masyarakat Bangka Belitung," ujar Ahmad Yani.

Diakuinya, buah hasil kerja keras ini berkat kerja sama dengan berbagai stakeholder yang telah terjalin dengan baik. "Makasih juga dengan Danrem, Kejati, Kapolda, DPKP senantiasa bersama-sama mengiring ini, dari awal dan tahun-tahun sebelumnya, bahkan di tahun terakhir ini, lintas sektor yang terlibat semakin luas," kata Ahmad Yani.

Dirinya menilai hadiah berupa dana insentif daerah yang diberikan oleh pemerintah pusat ini sebagai penghargaan untuk Bangka Belitung. "Mudah-mudahan reward ini dapat dinikmati juga oleh masyarakat Bangka Belitung. Pastinya untuk pembangunan," ujarnya.

Ia menambahkan, Bangka Belitung terus berusaha untuk mengendalikan inflasi untuk ke depannya. "Memang beliau (Pj Gubernur-red), menginginkan targetnya Babel lebih rendah inflasi dari nasional. Mudah-mudahan di tahun depan, kita punya waktu 3 bulan, bisa bekerja sama dengan BI dan BPS, sehingga keinginan beliau, kita di bawah 5 persen (inflasi-red) target untuk tahun ini," kata Ahmad Yani. (s2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved