Kota Pangkalpinang Kekurangan 408 Guru, DPRD Waswas

Menurut Rio, kekurangan guru lambat laun akan berdampak pada kualitas pendidikan karena siswa-siswi tidak bisa mendapatkan pembelajaran secara optimal

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Anggota Komisi I DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Anggota Komisi I DPRD Kota Pangkalpinang Rio Setiady mengaku waswas atas kekurangan guru SD dan SMP negeri yang dialami Pangkalpinang.

Rio khawatir hal tersebut berdampak pada kegiatan belajar mengajar.

"Jelas kita agak waswas dikarenakan kekurangan guru yang sudah mencapai angka 408 orang tenaga pengajar. Ini tentu bukan sesuatu yang sedikit tetapi cukup banyak," katanya, Rabu (5/10/2022).

Menurut Rio, kekurangan guru lambat laun akan berdampak pada kualitas pendidikan karena siswa-siswi tidak bisa mendapatkan pembelajaran secara optimal.

Oleh karena itu, dia mendesak Pemerintah Kota Pangkalpinang agar rajin memberikan kajian yang membuktikan bahwa Pangkalpinang kekurangan guru PNS kepada pemerintah pusat.

"Pemerintah daerah harus gerak cepat mencari informasi sekaligus memunculkan alternatif-alternatif pilihan, jika kemudian pengurangan honorer benar-benar dilaksanakan pada tahun 2023," ujar Rio.

Menurutnya, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) guru tidak bisa direkrut dalam jumlah besar.

Jika perekrutan dilakukan dalam jumlah besar akan membebani anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Pangkalpinang.

"Maka solusi jangka pendek yang bisa kita laksanakan adalah merekrut guru melalui jalur honorer, yang memang hari ini masih menjadi polemik apakah akan diteruskan atau dihentikan pada tahun 2023 nanti," tutur Rio. (u1)

Sumber: Bangka Pos
  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved