Berita Pangkalpinang

Panen Sayur Bersama KWT Belinju di Bukit Merapin, Radmida: Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Puluhan kilogram sayuran berhasil dipanen dari demplot tani di Kelurahan Bukit Merapin, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Jumat (4/11).

Bangka Pos/Cepi Marlianto
PANEN SAYURAN - Sekda Pangkalpinang, Radmida Dawam saat melakukan panen sayuran di demplot KWT Belinju di Kelurahan Bukit Merapin, Kecamatan Gerunggang, Jumat (4/11). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Puluhan kilogram sayuran berhasil dipanen dari demplot tani di Kelurahan Bukit Merapin, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Jumat (4/11). Panen sayuran yang dipimpin langsung oleh Sekda Pangkalpinang, Radmida Dawam ini dilakukan bersama kelompok wanita tani (KWT) Belinju.

Sayuran yang dipanen ini merupakan hasil penanaman dengan memanfaatkan lahan yang tidak produktif milik warga. Di lahan yang tidak cukup luas ini, ditanam berbagai jenis sayuran dan umbi umbian.

Seperti kangkung, pakcoy, sawi hijau, cabai, hingga rempah-rempah jahe, kunyit, dan lengkuas. Hasil panen sayur sendiri langsung dijual kepada masyarakat.

Radmida mengatakan, dengan menanam tanaman cepat panen ini akan menjadi solusi untuk ketahanan pangan karena kebutuhan konsumsi masyarakat di daerah ini masih sangat tinggi. Oleh karena itu, agar tidak menimbulkan ketimpangan inflasi yang tinggi maka kami berharap masyarakat yang memiliki sisa lahan di rumah bisa ditanam tanaman cepat panen. "Setidaknya bisa menjadi peningkatan ekonomi masyarakat dan dapat membantu pemerintah dalam menekan inflasi di Kota Pangkalpinang," kata Radmida.

Menurutnya, di tengah situasi seperti saat ini pemerintah kota menginginkan masyarakat memanfaatkan lahan tidur di pemukiman sekitar untuk menanam tanaman produktif, sebagai upaya mencegah laju inflasi. Lahan tidur itu dapat dimanfaatkan dengan ditanami tanaman yang bermanfaat.

Jika masyarakat dapat memanfaatkan lahan tidur di sekitar pekarangan rumah, paling tidak ke depan dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga itu sendiri. Terlebih saat ini Kota Pangkalpinang belum mampu memenuhi kebutuhan pangan di daerah, dan masih tergantung dengan pasokan dari luar. "Manfaatnya dapat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga itu sendiri," jelas Radmida.

Diakuinya, kurang dari satu tahun KWT Belinju sendiri sudah mampu empat kali panen sayuran baik di deplot maupun kawasan hidroponik. Maka dari itu jika masyarakat mampu melakukan pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri melalui hasil panen, penyebab kenaikan harga sayur mayur di pasar tradisional bisa ditekan dan inflasi akan terkendali.

Khususnya masyarakat perkotaan, kini tidak perlu khawatir tidak bisa melakukan budidaya sayur mayur dengan hasil maksimal karena keterbatasan lahan. Sebab, sekarang ini, menanam aneka sayur tidak lagi harus dilakukan di lahan yang luas. Ada banyak media tanam yang bisa digunakan dan hasilnya pun maksimal. "Tanaman di sini juga ada dititipkan di rumah-rumah anggota kelompok tani. Hasilnya dijual dan memang cepat habis dan laku. Mudah pemasarannya, dan banyak yang pesan," ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pangkalpinang, Samri mengatakan, upaya pemenuhan kebutuhan pangan dari pekarangan sendiri merupakan ide yang perlu terus dikembangkan. Di mana kegiatan tanam sayur dan tanaman cepat panen sudah dikembangkan di kecamatan dan kelurahan. "Kegiatan seperti ini sudah dikembangkan, melalui kegiatan ini pula bisa menekan inflasi," kata Samri.

Untuk mengendalikan inflasi lanjut Samri, pihaknya turut memperkuat ketahanan pangan daerah di berbagai kelurahan dan kecamatan. Mulai dari pembagian bibit kepada para petani. Ini guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Mulai dari pemberian bibit cabai untuk menindaklanjuti program penekanan laju inflasi, dimana pemerintah kota menginstruksikan untuk penanaman cabai di halaman rumah dan kebun pribadi. "Kami akan tetap meningkatkan dalam memproduksi tanaman sayuran untuk kebutuhan masyarakat," ucap Samri.

Oleh karenanya, kini terdapat berbagai teknik penanaman, seperti hidroponik. Teknik ini merupakan bercocok tanam yang ramah lingkungan. Sayuran yang ditanam dengan hidroponik lebih sehat serta aman dikonsumsi.

Teknik menanam hidroponik tidak dapat diterapkan untuk semua jenis tanaman. Hanya beberapa saja yang cocok dan mampu tumbuh subur dengan hasil yang memuaskan. "Teknik menanam hidroponik sendiri sangat cocok diterapkan bagi yang memiliki lahan terbatas," ujarnya. (u1)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved