Kabar Belitung Timur

9 Diplomat Bahas Minyak Sawit Berkelanjutan

Para diplomat dari negara-negara Amerika dan Eropa melakukan kunjungan ke Belitung Timur.

Editor: Rusaidah
Istimewa/Dok. PT SMM
Para diplomat saat melakukan kunjungan lapangan ke kebun sawit PT SMM di Dendang, Belitung Timur. 

MANGGAR, BABEL NEWS - Para diplomat dari negara-negara Amerika dan Eropa melakukan kunjungan ke Belitung Timur. Mereka berasal dari Chile, Belgia, Norwegia, Peru, Swiss, Ceko, Meksiko, Inggris dan Kolombia.

Kedatangan mereka ini bertujuan berdiskusi mengenai minyak sawit Indonesia berkelanjutan yang mana target pasarnya adalah di dua benua tersebut atau lebih dikenal Indonesian Suistanable Palm Oil (ISPO).

Kunjungan itu dilakukan di PT Sahabat Mewah Makmur (SMM) di Dendang pada Kamis (24/11). Mereka disambut langsung oleh Bupati Belitung Timur Burhanudin dan jajaran serta petinggi PT SMM.

Burhanudin menyatakan dukungannya atas kegiatan lapangan dari para tamu asing ini. Menurutnya kunjungan ini merupakan kesempatan yang tepat dan sangat berharga bagi Belitung Timur dalam mendukung keberlanjutan komoditas sawit di Indonesia.

"Kami menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan kunjungan lapangan saudara-saudara sekalian ke PT. SMM yang ada di Dendang, Belitung Timur. Momentum ini merupakan salah satu upaya diplomasi ekonomi Pemerintah Indonesia dalam upaya memperluas pasar komoditas sawit secara berkelanjutan di Indonesia," katanya, Jumat (25/11).

Burhanudin menginginkan diskusi para diplomat dan kunjungan lapangannya ini menjadi pemicu para pelaku industri sawit di Belitung Timur dalam meningkatkan kualitas produksinya. Dengan meningkatnya kualitas produksi maka peluang untuk meluaskan pasar hingga ke Amerika dan Eropa bisa terbuka lebar.

"Saya pikir diplomasi ekonomi saat ini memang diperlukan apalagi menjelang 2023 yang menurut para pemikir akan terjadi resesi. Semoga ini menjadi penanda awal hubungan baik kita untuk kebermanfaatan di masa yang akan datang," harap Burhanudin.

Di tempat yang sama, Yudi Triantoro perwakilan Kementerian Luar Negeri bilang tujuannya mengajak para diplomat ini mengunjungi industri sawit di Belitung Timur karena untuk menunjukan kepada mereka terkait pengelolaan sawit berkelanjutan di Indonesia.

"Berkelanjutan di sini maksudnya industri sawit yang berkontribusi dalam perbaikan lingkungan, perekonomian, serta sosial. Karena negara-negara ini merupakan negara tujuan ekspor sawit Indonesia," ujarnya.

Dijelaskannya bahwa untuk memasuki pasar Amerika dan Eropa, dibutuhkan pengelolaan sawit yang telah sesuai dengan kaidah keberlanjutan.

"Saat ini, kondisi pasar dunia kekurangan komoditas minyak nabati. Ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk masuk di pasar global. Syarat untuk masuk ke pasar Eropa harus sawit yang berkelanjutan. Hal inilah yang menjadi tantangan bagi kita dalam mengelola sawit harus menerapkan keberlanjutan agar dapat diterima oleh mereka," jelas Yudi.

Sementara itu, Resident Director PT SMM, Juli Wankara Purba mengatakan suatu kebanggaan bagi Grup ANJ menerima kunjungan ini. Dikatakannya, sebagai perusahaan kelapa sawit yang telah mendapat sertifikasi ISPO, Grup ANJ selalu berupaya untuk menjalankan praktik kelapa sawit berkelanjutan yang menyeimbangkan kemakmuran, manusia, dan lingkungan.

"Sesuai dengan prinsip-prinsip kelapa sawit berkelanjutan, ANJ terus berkomitmen untuk menjaga lingkungan, melakukan konservasi, dan menjalankan praktik agronomi terbaik untuk menghindari dan memitigasi dampak negatif, serta memaksimalkan dampak positif dari kegiatan operasionalnya," kata Juli, Jumat.

Dia bilang pihaknya juga mendampingi para petani dengan menyediakan program peningkatan kapasitas dan mendorong mereka untuk menerapkan praktik terbaik dalam agronomi dan prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan, serta memenuhi persyaratan ketertelusuran.

"Dengan demikian, kami dapat membantu petani kelapa sawit meningkatkan produktivitas dan kesejahteraannya seraya meminimalkan risiko kerusakan lingkungan yang sesuai dengan prinsip-prinsip keberlanjutan, tambah Juli. (s1)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved