392 Siswa Kelas X SMAN 1 Pangkalpinang Jalani Psikotes

Psikotes ini bertujuan menggali informasi tentang potensi dan bakat yang dimiliki siswa dalam rangka persiapan memasuki fase F (kelas XI).

Editor: suhendri
Dok. SMAN 1 Pangkalpinang
PELAJAR JALANI PSIKOTES - Pelajar kelas X SMAN 1 Pangkalpinang mengikuti psikotes analisis potensi siswa, Rabu (30/11/2022). Psikotes ini sebagai tindak lanjut implementasi Kurikulum Merdeka. Tujuannya menggali informasi tentang potensi dan bakat yang dimiliki siswa dalam rangka persiapan memasuki fase F (kelas XI). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Sebanyak 392 pelajar kelas X SMAN 1 Pangkalpinang, Rabu (30/11/2022), mengikuti psikotes analisis potensi siswa sebagai tindak lanjut implementasi Kurikulum Merdeka.

Psikotes ini bertujuan menggali informasi tentang potensi dan bakat yang dimiliki siswa dalam rangka persiapan memasuki fase F (kelas XI).

Wakil Ketua Kurikulum SMAN 1 Pangkalpinang, Rosita Uli Sihombing, mengatakan, Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum bermuatan pembelajaran yang beragam dengan optimalisasi peserta didik untuk mendalami konsep, menguatkan kompetensi, dan membangun karakter positif.

Materi dan cara pembelajaran pun divariasikan berdasarkan tingkat pemahaman dan kesiapan murid.

"Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) tidak ada lagi penjurusan di jenjang SMA. Siswa akan memilih mata pelajaran kelompok pilihan di kelas XI (fase F) sesuai minat dan bakatnya dengan panduan guru Bimbingan Konseling (BK)," kata Rosita.

Oleh karena itu, guna mengarahkan dan membantu siswa kelas X tahun pelajaran 2022/2023 dalam memilih serta menentukan jurusan, pihaknya menggandeng lembaga Psikologi Laboratorium Inovasi dan Edukasi (Lab-IDE) melakukan asesmen analisis potensi siswa.

Rosita berharap, penelusuran potensi siswa kelas X tersebut sesuai dengan potensi bakat dan minat yang dimiliki, bukan sekadar mengikuti tren, gengsi, atau bahkan karena mengikuti kemauan orang tua.

"Hasil tes (psikotes--red) ini selanjutnya akan disampaikan kepada siswa yang bersangkutan oleh psikolog senior Lab-IDE yang kemudian akan diteruskan kepada para orang tua siswa sebagai bahan refleksi dan pengetahuan bagi keluarga terkait dengan pemilihan mata pelajaran kelas XI," tutur Rosita.

Operator tes, Sandi Pratama, menjelaskan, psikotes tersebut berdasarkan paper and pencil test, dengan menggunakan mixed model tes adaptasi antara EPPS (Edward's Personal Preference Schedule), TKD (tes kemampuan diferensial), serta tes milik Lab-IDE.

"Perangkat tes terdiri dari 11 paket instrumen tes dan 1 paket angket dengan durasi pengerjaan tes selama 3-4 jam," kata Sandi.

Psikolog sekaligus Manajer Tes Lab-IDE, Primalita Putri Distia, mengatakan, asesmen tersebut bertujuan membantu siswa melihat potensi kepribadian yang dimiliki baik kelebihan maupun kekurangannya.

Hasilnya bermanfaat untuk memperbaiki kepribadian dan pembimbingan bagi siswa.

"Hasil tes juga akan menilai kemampuan belajar, sikap, karakteristik, minat dan gaya belajar," kata Primalita Putri Distia. (v2)

Sumber: Bangka Pos
  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved