Kabar Belitung

Radang Amandel Picu Gangguan Tidur dan Infeksi Selaput Jantung

Radang amandel atau tonsilitis yaitu proses infeksi yang terjadi pada jaringan amandel.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Adelina Nurmalitasari
Dokter RSUD Marsidi Judono dr Wahyudi dan host Lisa Lestari dalam Program Konter. 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Radang amandel atau tonsilitis yaitu proses infeksi yang terjadi pada jaringan amandel.

Radang amandel termasuk infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang disebabkan virus dan bakteri. Jika terus dibiarkan tanpa diketahui penyebabnya, radang amandel juga bisa menyebabkan berbagai komplikasi.

Dalam program Konter atau Konsultasi Dokter yang disiarkan langsung di Facebook Pos Belitung, Dokter RSUD Marsidi Judono dr Wahyudi menjelaskan, tanda-tanda radang amandel didominasi rasa nyeri pada tenggorokan saat menelan, bisa disertai demam, dan banyak dahak.

Radang amandel bukan termasuk penyakit menular, namun penyebabnya yang menular.

"Pencetusnya bisa virus atau bakteri yang menular, penularannya melalui udara atau droplet," katanya, Kamis (24/11).

Radang amandel dapat menyebabkan komplikasi yakni obstructive sleep apnea syndrome (OSAS) atau gangguan pernafasan yang terjadi saat tidur. OSAS biasa terjadi pada anak-anak karena amandel yang terlalu besar, diikuti masalah hidung tersumbat akibat flu atau rhinitis.

Penyakit tersebut juga dapat menyebar hingga menyebabkan infeksi di telinga tengah dan sinusitis. Bahkan, jelas Wahyudi, lebih berbahaya ialah jika radang amandel bisa disebabkan bakteri Streptococcus hemoliticus grup A yang bisa menghasilkan racun dan membuat infeksi di selaput jantung. Bahkan bisa menyebabkan kelainan pada jantung.

Sama halnya dengan ISPA, sulit untuk sembuh permanen dari radang amandel. Penyakit ini dapat terjadi berulang.

Dokter yang juga bertugas di RS Utama dan Klinik Aisyah Belitung ini menjelaskan radang amandel harus dioperasi jika terjadi berulang-ulang kali. Indikasi operasi seperti ditandai dengan amandel yang berulang sampai minimal 7 kali dalam setahun. Atau lima kali dalam setahun selama dua tahun berturut-turut. Atau saat berulang tiga kali berturut-turut dalam kurun waktu tiga tahun.

"Selain itu ada indikasi mutlak. Kalau ada gangguan nafas, itu mutlak, karena sudah mempengaruhi banyak hal sampai menyebabkan gangguan tidur," ucapnya.

Penyakit radang amandel banyak terjadi pada anak-anak. Terutama pada anak-anak berusia 3-4 tahun. Lalu disusul anak pada 5-12 tahun.

Selain karena infeksi, ini bisa dimulai adanya inflamasi atau proses alergi sebagai pemicu. Ia menyarankan pasien radang amandel untuk menghindari makanan yang terlalu pedas, berminyak, banyak pengawetnya, maupun minuman dingin. (del)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved