Kawasan Tuatunu Disiapkan Jadi Wisata Halal

Pemerintah Kota Pangkalpinang menyiapkan sebuah destinasi wisata di Kampung Melayu Tuatunu untuk dijadikan wisata halal

Editor: suhendri
Bangka Pos/Cepi Marlianto
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pangkalpinang, Ahmad Subekti. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kota Pangkalpinang menyiapkan sebuah destinasi wisata di Kampung Melayu Tuatunu untuk dijadikan wisata halal.

Hal tersebut sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Pangkalpinang terhadap program pemerintah pusat untuk menjadikan Indonesia sebagai kiblat industri halal dunia pada tahun 2024.

Demikian disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pangkalpinang, Ahmad Subekti, Kamis (1/12/2022) .

Menurut Subekti, program tersebut bertujuan agar setiap warga kian akrab dengan produk-produk halal. Selain itu, demi peningkatan keberkahan dan penguatan ekonomi umat.

"Kami turut mendorong pertumbuhan ekonomi Pangkalpinang dengan menangkap peluang bisnis melalui kampung halal yang nantinya akan menjadi kampung wisata halal," kata Subekti.

Pemerintah Kota Pangkalpinang, lanjut dia, siap mendukung kampung pangan halal untuk dipersiapkan menjadi kampung wisata halal di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Subekti menyebutkan, saat ini banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang lengah dan menganggap produk yang mereka hasilkan telah halal, namun belum sama sekali dilakukan sertifikasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Maka dari itu, dalam waktu dekat pemerintah kota akan berupaya memfasilitasi para pelaku UMKM untuk melakukan sertifikasi halal melalui program yang telah ditentukan. Namun yang paling penting, komitmen pelaku usaha yang telah menerima sertifikat halal untuk mempertahankan keberlanjutan produk halal yang diproduksi," tuturnya.

Oleh karena itu, Subekti berharap pelaku UMKM di Pangkalpinang yang telah menerima sertifikat halal agar tidak terlena.

Sebab, produk halal harus menjadi hal utama untuk diperhatikan mengingat Pangkalpinang menjadi daerah tujuan wisata.

"Kami berharap nantinya pada setiap kecamatan di Kota Pangkalpinang ini ada satu kampung (wisata) halalnya," ucap Subekti.

Lebih lanjut, dia mengatakan, perspektif wisata halal bukan mengubah objek wisata menjadi halal.

Halal yang dimaksud adalah penyediaan pangan yang disajikan dalam restoran, ketersediaan tempat ibadah dan hotel yang dapat memiliki standar kehalalan, juga terkait masalah kesehatan dan higienitas.

"Konteks wisata halal ada pada layanan, bukan mengubah objek atau alam wisata lainnya. Banyaknya wisatawan muslim membutuhkan beberapa hal penting terkait ajaran agama yang harus dipatuhi. Misalnya, arah kiblat, tempat salat, makanan dan minuman halal serta level kesehatan lingkungan dan higienitas makanan," kata Subekti.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved