Kabar Belitung
Capaian IPM Belitung Tertinggi Kedua di Babel
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2022 di Kabupaten Belitung meningkat 0,81 dibanding tahun sebelumnya.
TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2022 di Kabupaten Belitung meningkat 0,81 dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Belitung, dari 72,57 meningkat menjadi 73,78.
Angka tersebut membuat Kabupaten Belitung tercatat sebagai peringkat kedua IPM tertinggi di Provinsi Bangka Belitung setelah Pangkalpinang dengan capaian 79,24. Bahkan capaian IPM Belitung melebihi IPM 2022 nasional yakni 72,91.
Kepala BPS Kabupaten Belitung Agung Rachmadi mengatakan, ada tiga manfaat IPM. Antara lain menjadi ukuran atau indikator untuk mengukur keberhasilan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup manusia dari kesehatan, berpendidikan, dan memiliki kehidupan yang layak.
Selanjutnya, IPM berguna untuk melihat level pembangunan antar kabupaten, provinsi, atau antar negara karena konsepnya sudah sama.
"IPM juga sebagai ukuran pembangunan untuk alokator besaran DAU (dana alokasi umum), selain indikator lain seperti jumlah penduduk dan luas wilayah," ujarnya, Senin (12/12).
IPM tersusun atas tiga komponen yakni umur harapan hidup (UHH), komponen pengetahuan yang meliputi harapan lama sekolah (HLS) dan rata-rata lama sekolah (RLS). Juga dimensi standar hidup layak melalui pengeluaran per kapita per tahun.
Pada komponen umur harapan hidup, bayi yang baru lahir pada 2022 di Kabupaten Belitung memiliki peluang hidup hingga berumur 71,31 tahun. Angka ini meningkat 0,21 tahun dibandingkan 2021 lalu yang mencapai 71,10 tahun.
Kemudian pada dimensi pengetahuan, harapan lama sekolah penduduk usia 7 tahun ke atas untuk mengenyam pendidikan yakni hingga 11,89 dari 2021 lalu yang sebesar 11,86. Sama halnya dengan rata-rata lama sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas yang turut meningkat dari 8,47 di 2021 lalu menjadi 8,74.
Sedangkan pada komponen pengeluaran per kapita untuk satu tahun juga meningkat yakni dari Rp13.562.000 pada 2021 menjadi Rp14.054.000 per tahun pada 2022. Artinya pengeluaran per kapita per tahun meningkat Rp482 ribu.
Dari angka 73,38, IPM 2022 Kabupaten Belitung termasuk dalam kategori IPM tinggi. Agung mengatakan, hasil IPM ini juga mengartikan pemerintah daerah bisa memberikan lebih banyak pilihan ke masyarakat, baik itu pilihan terhadap kesehatan, pendidikan, dan peningkatan daya beli. (del)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Kepala-BPS-Kabupaten-Belitung-Agung-Rachmadi-saat-diwawabcara.jpg)