Kamis, 16 April 2026

Kabar Belitung Timur

Garis Kemiskinan di Beltim Tertinggi Kedua di Babel, Fezzi: Harus Peluang Lapangan Kerja

Garis kemiskinan di Belitung Timur tercatat menjadi yang tertinggi di Bangka Belitung dengan angka Rp854.354 per kapita.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Bryan Bimantoro
Fezzi Uktolseja Ketua DPRD Belitung Timur. 

MANGGAR, BABEL NEWS - Garis kemiskinan di Belitung Timur tercatat menjadi yang tertinggi di Bangka Belitung dengan angka Rp854.354 per kapita.

Berdasarkan data BPS Belitung Timur, angka itu naik dari tahun 2021 yakni Rp798.017 per kapita.

Kepala BPS Belitung Timur Azhar mengatakan, penyebab naiknya garis kemiskinan itu adalah naiknya harga barang-barang secara umum di pasaran atau istilahnya adalah mengalami inflasi.

"Kalau dalam satu rumah ada empat orang, dia harus mendapat penghasilan minimal Rp3.418.136 baru bisa dikatakan tidak miskin. Angka itu diukur dari rata-rata biaya yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan per bulan masyarakat," kata Azhar.

Merespons hal itu, Ketua DPRD Belitung Timur Fezzi Uktolseja mengatakan diperlukan langkah-langkah strategis dari pemerintah untuk mengurai penyebab permasalahan tersebut.

Menurutnya ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi ini, pertama adalah menekan laju harga yang tinggi di pasaran. Salah satu yaitu membuka akses pelabuhan atau setidaknya menekan harga distribusi barang yang masuk ke Beltim.

"Menekan harga-harga di pasaran dan memastikan supply barang masuk itu banyak. Itu yang harus dilakukan bukannya melarang masyarakat mengonsumsi sesuatu," kata Fezzi kepada posbelitung.co, Selasa (10/1).

Kemudian cara kedua yakni memperluas sektor-sektor dan peluang lapangan kerja di Beltim. Menurutnya saat ini sektor pekerjaan di Beltim terbatas di itu-itu saja. Dia bilang perlu ada diferensiasi dan perluasan sektor sehingga tercipta lapangan kerja baru untuk masyarakat.

Politisi PDIP itu bilang saat ini harga-harga barang pokok di Beltim makin naik tapi penghasilan masyarakatnya tetap di level itu-itu saja jadi tidak balance antara pemasukan dan pengeluaran

"Dengan makin terbukanya sektor-sektor baru, masyarakat bisa leluasa mencari pekerjaan yang sesuai bidang dan keahlinnya sehingga bisa meningkatkan taraf ekonominya dan terbebas dari garis kemiskinan," kata Fezzi. (s1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved