Kabar Bangka

Iga Gondrong Murah Tak Beredar Lagi di Kota Sungailiat

Dispanpertan Kabupaten Bangka terus memantau dan menangani secara serius beredarnya iga gondrong yang dijual secara online melalui media sosial.

Editor: Rusaidah
Istimewa
Iga Gondrong murah yang viral diedarkan lewat media sosial kini tak beredar lagi. 

SUNGAILIAT, BABEL NEWS - Dinas Pangan dan Pertanian (Dispanpertan) Kabupaten Bangka terus memantau dan menangani secara serius beredarnya iga gondrong yang dijual secara online melalui media sosial.

"Saat ini kita pantau sudah tidak ada lagi yang menjual iga gondrong itu secara online dan juga tidak ada lagi beredar di pasar-pasar tradisional," kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinpanpertan Kabupaten Bangka Krisnaningsih kepada Bangka Pos Group, Jumat (20/1).

Dilanjutkannya, pihaknya sudah melakukan pemantauan dan pengecekan ke salah satu agen daging beku di Sungailiat dan memang sudah tidak ada lagi.

"Memang munculnya penjualan iga gondrong ini lewat online, kemungkinan penjualannya ini bukan dari agen yang ada di Sungailiat, cuma warga Kabupaten Bangka bisa membelinya lewat online dan dikirimkan via kurir," ujar Krisnaningsih.

Diakuinya memang belum ada pihak manapun yang mengajukan atau meminta rekomendasi untuk mendatangkan iga gondrong ini ke Kabupaten Bangka.

"Mungkin si penjual iga gondrong ini dapat izin edar dari kabupaten/kota lain, tetapi menjualnya secara online sehingga bisa dibeli masyarakat dari daerah mana saja," imbuhnya.

Beredar di media sosial (medsos) promosi penjualan iga sapi atau disebut iga gondrong dijual dengan harga murah secara online di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya Kota Sungailiat Kabupaten Bangka.

Postingan pedagang online menawarkan iga gondrong kemasan seberat 1 kg dengan harga variatif mulai dari Rp35 ribu - Rp38 ribu.
Padahal harga iga sapi yang dijual di pasar lokal masih berkisar Rp70-80 ribu per kilogram.

Sebelumnya Dinpanpertan Kabupaten Bangka sudah melakukan pengecekan ke lapangan ke salah satu agen daging beku di Kota Sungailiat Kabupaten Bangka, Kamis (29/12) lalu.

Namun dari hasil pengecekan lapangan, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka mendapati satu agen pemasok produk kemasan daging beku ternyata tidak dapat menunjukkan dokumen kelengkapan izin edar produk yang dijual.

"Kami sudah melakukan pengecekan ke agen, tapi tidak ada dokumen. Jadi kami berikan arahan untuk mengurus dokumen-dokumennya terlebih dahulu. Sebelum barang dikirim harus lapor kami dulu untuk diberikan rekomendasi, jangan barang sudah masuk baru lapor," kata Kepala Dispaper Kabupaten Bangka Syarli Nopriansyah.

Dilanjutkannya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemprov Babel untuk melakukan uji laboratorium guna memastikan kandungan yang terdapat di dalam iga gondrong tersebut.

"Kami sudah sampaikan ke provinsi dan dari pihak provinsi sudah melakukan uji lab. Mungkin besok hasilnya keluar, biar lebih lengkap hasilnya, kami kemarin sudah lakukan uji fisik dan provinsi yang melakukan uji lab. Biar lengkap di lapangan setelah itu akan terus dilakukan sosialisasi kepada pelaku usaha. Mungkin akan dimulai dari provinsi," ujarnya. 

Pengawasan masuknya produk pangan ternak ke wilayah Bangka Belitung oleh instansi terkait harus lebih diperketat, guna informasi sumber asal usul jenis pangan ternak baik hidup maupun berbentuk daging.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved