Banjir Rob Masih Mengintai, BPBD Pangkalpinang Terjunkan 40 Personel

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang memperkirakan banjir rob masih akan melanda sejumlah wilayah di Pangkalpinang

Editor: suhendri
Bangka Pos/Rizky Irianda Pahlevy
BANJIR ROB BERANGSUR SURUT - Banjir rob yang menggenangi kawasan RT 5/RW 3, Kelurahan Pasar Padi, Kecamatan Girimaya, Pangkalpinang, berangsur surut, Senin (23/1/2023). Banjir rob sudah menggenangi sejumlah rumah warga setempat sejak sekitar pukul 08.00 WIB. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang memperkirakan banjir rob masih akan melanda sejumlah wilayah di Pangkalpinang hingga Rabu (25/1/2023). Oleh karena itu, warga yang terdampak bencana alam tersebut diimbau tetap waspada.

"Ini sudah hari kedua, kemungkinan banjir rob ini akan terjadi selama empat hari. Dengan demikian, kami tetap mengimbau warga yang rumahnya terdampak tetap waspada dan berhati-hati," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Pangkalpinang, Efran, Senin (23/1/2023).

"Selain hewan-hewan buas, kami juga mengimbau warga untuk selalu menjaga barang-barang berharga, serta selalu menjaga kesehatan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," ujar Efran.

Sebelumnya diberitakan, banjir rob menerjang sejumlah wilayah di Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (22/1/2023) pagi. Akibatnya, ratusan rumah warga terendam dengan ketinggian hingga mencapai 50 sentimeter.
Di Pangkalpinang, banjir rob menyebabkan 141 rumah yang tersebar di empat kelurahan terendam. Empat kelurahan tersebut adalah Gedung Nasional, Opas Indah, Pasir Putih, dan Rejosari.

Berdasarkan data BPBD Kota Pangkalpinang yang diterima Bangka Pos, Minggu (22/1), jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak sebanyak 145 KK. Adapun jumlah jiwa yang terdampak sekitar 305 jiwa.

Efran menambahkan, jumlah rumah yang terdampak kemungkinan akan bertambah jika gelombang air laut terus naik dan disertai hujan deras.

"Kami BPBD Kota Pangkalpinang sudah mengantisipasi sejak hari pertama, sampai hari ini sudah ada dua tim yang kita turunkan atau sekitar 40 orang anggota untuk membantu warga, baik evakuasi dan mendata apa saja dampak dari banjir rob tersebut," tuturnya.

Pihaknya, lanjut Efran, juga menurunkan tim Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana untuk membantu warga yang terdampak. Sementara itu, bantuan logistik juga disiapkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

"Tim surveyor kami di lapangan nanti akan mendata dampak banjir rob ini, kemudian bekerja sama dengan tim logistik sehingga menentukan tindakan apa saja yang harus kita lakukan," ujar Efran.

Cemas

Pantauan Bangka Pos, Senin (23/1/2023), banjir rob menggenangi sejumlah rumah dan jalan di Kelurahan Gedung Nasional. Ketinggian air mencapai betis orang dewasa.

Kondisi itu mengganggu aktivitas sejumlah warga. Para pengendara juga terpaksa memperlambat laju kendaraan mereka saat melintasi jalan yang digenangi banjir rob.

"Kalau hanya banjir rob saja kami tidak begitu cemas, yang membuat kami cemas itu hujan seharian disertai pasang air laut, sungai (Rangkui) pasti meluap," kata Vitri, salah satu warga yang rumahnya terendam.

Sementara itu, banjir rob yang menggenangi wilayah RT 5/RW 3 Kelurahan Pasar Padi tampak berangsur surut sekitar pukul 11.30 WIB. Warga setempat bernama Suryati (65) mengatakan, banjir rob sudah menggenangi rumahnya sejak sekitar pukul 08.00 WIB.

"Tinggal di sini sudah lama, tahun 1960-an. Kalau dahulu, paling mulai banjir sekitar 1970-an, tetapi enggak separah ini. Kalau sekarang makin tinggi, terus juga makin cepat naik airnya," kata Suryati. (t2/ara/riz)

Sumber: Bangka Pos
  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved