Berita Pangkalpinang

Anggarkan Jadi Rp10,94 Miliar, Babel Tambah Beasiswa Mahasiswa Tahun 2023

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalokasikan Rp10,94 miliar untuk beasiswa mahasiswa pada tahun 2023.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Kepala Biro Kesejahteran Rakyat (Kesra) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung (Babel) Saimi saat ditemui Bangkapos.com, Selasa (24/1/2023). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalokasikan Rp10,94 miliar untuk beasiswa mahasiswa pada tahun 2023. Anggaran ini meningkat bila dibanding dengan tahun lalu sebesar Rp9 miliar.

Pada tahun lalu, beasiswa mahasiswa hanya ditujukan untuk mahasiswa kurang mampu saja, tetapi pada tahun ini ada penambahan program. "Beasiswa kerja sama itu untuk 18 Perguruan Tinggi (PT) meliputi 15 Perguruan Tinggi di Babel dan 3 PT di luar Babel, program S1," ujar Kepala Biro Kesejahteran Rakyat (Kesra) Pemprov Babel, Saimi, Selasa (24/1).

Sementara itu, tahun 2023, Pemprov punya program tambahan yakni beasiswa prestasi. Yaitu untuk menjadi dosen Fakultas Kedokteran UBB, kuota ada 10 orang melanjutkan S2, dengan rincian 8 orang di UNSRI, 1 orang di UGM dan 1 orang di UI.

Serta program tambahan untuk beasiswa bagi penyandang disabilitas dengan kuota ada 41 orang. "Ini sedang proses untuk pencairannya, bisa saja saat pembayaran semester cairnya, mudah-mudahan, SK masih dalam proses semua," katanya.

Berkaca dari tahun 2022, beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu sempat terjadi keterlambatan pencairan dan menjadi sorotan DPRD Babel. "Kalau yang tahun 2022 itu sudah cair bulan Desember kemarin, harus ada pergub dulu, itu kita terima tanggal 22 Desember 2022, jadi ada 8 hari waktu untuk pencairan, Alhamdulilah selesai," jelasnya.

Namun, pihaknya menyakini beasiswa untuk mahasiswa tak mampu, berprestasi dan penyandang disabilitas ini akan cair tepat waktu untuk tahun 2023.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Bangka Belitung, Shulby Yozar Ariadhy mengapresiasi atas kepedulian Pemprov Babel yang memberi bantuan beasiswa kepada mahasiswa. "Hal ini merupakan upaya memajukan kualitas pendidikan sekaligus meningkatkan angka partisipasi di bidang pendidikan secara data. Apalagi, Pemprov memberikan kesempatan beasiswa bagi penyandang disabilitas untuk menempuh pendidikan tinggi, ini hal besar sebab diharapkan dapat memacu penyandang disabilitas lainnya untuk berani berkarya dan berkontribusi membangun daerah serta meningkatkan kualitas hidupnya melalui kualifikasi pendidikan yang memadai," ujar Yozar.

Namun, Ombudsman Bangka Belitung menyoroti pencairan beasiswa mahasiswa pada tahun 2022 yang sempat terlambat. Dia berharap pada tahun 2023, pencairan beasiswa untuk mahasiswa harus tepat waktu.

"Kita berharap keterlambatan penyaluran beasiswa tidak terjadi tahun ini. Sehingga, kami harap Pemprov Babel dapat intens berkonsultasi atau meminta evaluasi kepada kementerian terkait agar segala administrasinya sesuai aturan yang berlaku sebab tentu mekanisme di pusat terbilang cukup dinamis, tidak terkecuali terkait rumusan dasar hukum penyaluran beasiswa tersebut," katanya.

Ia menyarankan semua tinggal mendukung konsistensi tingkat pelaksana dalam merealisasikan kebijakan-kebijakan baik tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Kemudian secara perlahan, kami juga berharap seluruh Pemda di Babel dapat mulai mewujudkan kebijakan pendidikan inklusif serta realisasi penanganan anak putus sekolah tidak hanya dari sisi pencegahan namun juga kebijakan dalam hal mengembalikan anak yang putus sekolah untuk kembali bersekolah," pungkasnya. (s2)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved