Kabar Belitung

Kapal Nelayan Baro Rentan Kandas, Minta Alur Kapal di Pelabuhan Tanjungpandan Segera Dikeruk

Penyempitan dan pendangkalan alur kapal di Pelabuhan Tanjungpandan yang terjadi membuat kapal-kapal nelayan yang melintasi alur tersebut terkendala.

Editor: Rusaidah
Posbelitung.co
Dialog ruang kita saat membahas pengerukan alur kapal di Pelabuhan Tanjungpandan, Rabu (25/1). 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Penyempitan dan pendangkalan alur kapal di Pelabuhan Tanjungpandan yang terjadi membuat kapal-kapal nelayan yang melintasi alur tersebut terkendala.

Bahkan tak jarang kapal nelayan sampai tabrakan dan kandas saat melintasi alur, terutama saat musim Timur antara April hingga Juli.

"Apalagi ada bagan, (kapal) bot, satu alur, jadi kapal harus nunggu yang lain lewat. Kami memang mengharapkan perhatian (pengerukan alur)," kata Ketua Forum Nelayan Baro, Erwin, saat Dialog Ruang Kita Pos Belitung, Rabu (25/1).

Kendala penyempitan alur kapal di Pelabuhan Tanjungpandan, jelas dia, telah dikeluhkan nelayan sejak lama. Namun para nelayan kebingungan menyampaikan hal tersebut karena ketidaktahuan kemana menyampaikan keluhan tersebut.

Erwin menilai, pengerukan alur kapal sudah layak dilakukan. Bahkan menurutnya hal tersebut harus segera dilakukan sebelum alur semakin menyempit dan dangkal yang berdampak semakin sulit dilalui kapal-kapal nelayan terutama ketika berpapasan.

Disinggung mengenai dampak ketika dilakukan pengerukan alur terhadap hasil tangkapan, menurutnya bagi nelayan kapal tidak ada pengaruh karena wilayah tangkapnya di tengah laut. Imbas pengerukan paling berpengaruh pada nelayan pesisir karena dapat mencemari area tangkap mereka.

"Sebagai pengguna, ketika alur kapal lebar (setelah dikeruk), memang itu yang kami harapkan," ucapnya.
"Kami berharap secepat dan sebisa mungkin pengerukan alur itu dipercepat dan diperdalam, juga kami mengharapkan ada perbaikan dan penambahan rambu-rambu laut," tuturnya.

Sementara itu Wakil Kepala Cabang PT Bukit Merapin Nusantara Line, Yasser Dharma mengatakan pendangkalan alur kapal di Pelabuhan Tanjungpandan telah lama menjadi kendala untuk operasional kapal-kapal besar.

Karena draft yang dangkal, kapal berukuran 3000 GT tidak bisa melalui alur di Pelabuhan Tanjungpandan, sehingga harus menggunakan kapal yang lebih kecil berukuran 1.800 GT. Imbasnya muatan yang bisa diangkut menjadi lebih sedikit.

Dia menjelaskan, alur kapal yang dangkal menyebabkan operasional kapal Roro yang mengangkut komoditas seperti sayuran harus bersandar lebih lama menunggu kondisi laut pasang. Kapal pun terkadang memerlukan waktu 24 jam untuk menginap lantaran menunggu air laut pasang.

"Dua-tiga jam sudah selesai bongkar muat, tidak lama. Kalau selesai dengan kondisi air laut maka bisa lebih berangkat, prosesnya bisa lebih cepat," katanya.

Ia menuturkan, operasional kapal Roro ini mutlak diperlukan sebagai daerah kita yang kepulauan, terutama pasokan bahan pangan. Keberadaan kapal Roro bisa memotong dari segi lamanya waktu pelayaran yang hanya butuh 18 jam pengiriman dari Jakarta ke Belitung.

Ia menilai pengerukan alur kapal menjadi hal yang perlu dilakukan agar operasional kapal pengangkut komoditas lebih mudah memasuki Pelabuhan Tanjungpandan jika draft mencukupi. Jika kendala pendangkalan ini bisa diselesaikan, tidak menutup kemungkinan kapal berukuran 3.000 GT dapat masuk ke Pelabuhan Tanjungpandan

Melihat kejadian sebelumnya, jelas Yasser, buih karaoke yang kerap menjadi lokasi kapal kandas terbentuk karena ada kapal pembawa semen terdampar yang membuat bongkahan, sehingga dari awalnya alur lurus harus menikung terlebih dahulu. Kalau suatu hari ada rencana pengerukan, maka area tersebut harus diangkat.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved