Della Rianadita: Hapuskan Stigma Kusta
Penyakit kusta penting dideteksi segera agar dapat diobati supaya tidak terjadi komplikasi lebih lanjut berupa kecacatan.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - "Kegiatan (pelatihan dan penyuluhan) ini untuk deteksi dini kasus, cegah kecacatan, serta bersama hapuskan stigma dan diskriminasi kusta, juga untuk wujudkan Bangka Belitung bebas penyakit terabaikan," ujar Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang, Della Rianadita, Kamis (26/1/2023).
RSUD Depati Hamzah bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Palembang menyelenggarakan pelatihan dan penyuluhan tentang penyakit kulit dan kelamin yang lebih difokuskan pada deteksi dini penyakit kusta. Kegiatan yang berlangsung di RSUD Depati Hamzah itu diikuti puluhan tenaga kesehatan yang ada di Pangkalpinang.
Della mengatakan, pelatihan dan penyuluhan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas petugas kesehatan dalam mendeteksi penderita kusta di wilayah kerjanya. "Ini juga merupakan rangkaian dalam memperingati hari Kusta Sedunia pada tanggal 27 Januari 2023 besok," katanya.
Dengan adanya kegiatan tersebut, lanjut dia, petugas kesehatan diharapkan aktif, berkualitas, dan mampu dalam mendiagnosis serta melakukan tata laksana kusta dengan tepat. Dengan demikian, dapat meningkatkan penemuan kasus kusta secara dini.
Della menyebutkan, penyakit kusta sendiri menimbulkan masalah yang sangat kompleks. Tak hanya masalah medis, penyakit kusta juga meluas sampai masalah sosial, ekonomi, dan budaya.
Della mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan penanggulangan kusta belum optimal, antara lain, masyarakat belum sepenuhnya mendapatkan informasi tentang penyakit kusta dan mempunyai asumsi bahwa kusta tidak dapat disembuhkan karena melihat disabilitas yang ditimbulkan pada penderitanya.
Vania Vasthi selaku narasumber mengatakan, kusta adalah penyakit infeksi yang disebabkan bakteri Mycobacterium Leprae. Bakteri ini menyerang kulit dan saraf menyebabkan kecacatan sehingga menimbulkan stigma di masyarakat.
Penyakit kusta penting dideteksi segera agar dapat diobati supaya tidak terjadi komplikasi lebih lanjut berupa kecacatan. Meskipun kasus kusta di Bangka Belitung, khususnya Pangkalpinang rendah, tetapi masih ditemukan kasus baru setiap tahunnya.
"Oleh sebab itu, pelatihan dimaksudkan untuk melatih petugas kesehatan agar dapat lebih cepat mendeteksi secara dini agar pasien tidak terlambat diobati hingga kecacatan dapat dihindari dan stigma di masyarakat dapat dihapuskan," kata Vania.
"Perlu dicatat, kusta bisa menular jika terjadi kontak dalam waktu yang lama. Kusta tidak akan menular hanya karena bersalaman, duduk bersama, atau berhubungan seksual dengan penderita. Kusta juga tidak menular dari ibu ke janinnya," tuturnya. (u1)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20230126_RSUD-Depati-Hamzah-menyelenggarakan-pelatihan-dan-penyuluhan.jpg)