Selasa, 14 April 2026

Kabar Belitung Timur

Kota Manggar Mulailah Melirik Pariwisata yang Fokus Sejarah

Banyak pesan dan harapan dilontarkan, termasuk dari keturunan ke-6 JF. Den Dekker, Penemu Kota Manggar pertama pada 1861 silam, Robby Yanuar.

Editor: Rusaidah
Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Suasana pemotongan tumpeng Hari Jadi Kota Manggar ke-153 di Kantor Camat Manggar, Rabu (9/10). 

MANGGAR, BABEL NEWS - Kota Manggar, Belitung Timur pada 9 Oktober 2024 resmi berusia 153 tahun. Banyak pesan dan harapan dilontarkan, termasuk dari keturunan ke-6 JF. Den Dekker, Penemu Kota Manggar pertama pada 1861 silam, Robby Yanuar.

Robby mewakili keluarga besar Den Dekker mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Manggar khususnya dan Kabupaten Belitung Timur umumnya atas penghargaan terhadap JF Den Dekker yang ditunjuk sebagai pencetus penemu Kota Manggar.

Di momen hari ini Robby mengucapkan selamat ulang tahun ke-153 Kota Manggar. 

Kata Robby ada harapan besar dari pihak keluarganya terhadap kemajuan Manggar ke depan. Salah satunya adalah mulailah melirik pariwisata yang fokus pada sejarah.

"Karena kalau kalau kita bersaing dengan wisata alamnya, tentunya kita dengan satu daratan saja kita jauh ketinggalan dan pintu masuknya juga kita kalah. Di sana ada pelabuhan dan bandara, kita cuma numpang lewat di sini," kata Robby.

Menurutnya, jika kita bicara sejarah khususnya Manggar ini tidak ada habis-habisnya, karena Kota Manggar adalah peradaban industri pertama di Belitung ini. Teknologi yang pertama pun masuknya semua di Manggar.

"Berkaca dari itulah maksud kami pribadi dan keluarga. Liriklah sejarah karena potensinya besar. Kalau pemerintah daerah bisa bersinergi dan berkolaborasi menciptakan satu ikon wisata yang unik seperti wisata sejarah, saya yakin bahwasanya Beltim khususnya Manggar ini akan luar biasa maju, karena ini akan berdampak multiplier effect-nya secara ekonomi misalnya bagi para pegiat UMKM. Disitu nanti akan berkembang dan bertumbuh ya nantinya," katanya.

Dengan adanya repitika misalnya replika dari EC dan lain sebagainya yang tadinya di industri di situ. Lalu misalnya dibangun perbengkelan seperti Bengkel Lipat Kadjang, ada pelabuhan Olivir dan lain sebagainya yang menyertai peradaban timah di masa wilayah Belanda dulu. 

"Nah itu kan menjadi nostalgia buat mereka. Mereka yang tadinya pernah bermukim di sini besar di sini, buat mereka untuk datang kembali di sini. Nah, tentunya bagi usaha-usaha kecil kita, UMKM juga akan tumbuh berkembang nanti," kata Robby. (s1)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved