Jumat, 5 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

Cuaca Ekstrem Intai Bangka Belitung dalam 3 Hari, BMKG: Tingkatkan Kewaspadaan

Potensi cuaca ekstrem tersebut disebabkan oleh beberapa faktor dinamika atmosfer yang terpantau pada 2 Januari 2025

Tayang:
Editor: suhendri
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
IIustrasi lebat. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Kepulauan Bangka Belitung yang diprediksi akan terjadi pada 2-4 Januari 2025.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Menurut data BMKG, cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, kilat, dan petir berpotensi melanda wilayah Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, dan Bangka Selatan pada Kamis (2/1).

Adapun pada Jumat (3/1), cuaca ekstrem berpotensi melanda seluruh wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

Sementara itu, wilayah yang berpeluang mengalami cuaca ekstrem pada Sabtu (4/1) adalah Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Depati Amir Pangkalpinang, Nenden Wardani, mengatakan, potensi cuaca ekstrem tersebut disebabkan oleh beberapa faktor dinamika atmosfer yang terpantau pada 2 Januari 2025.

Salah satunya, monsun Asia, fenomena La Nina lemah, serta suspect area terpantau aktif di Samudra Hindia yang berkembang menjadi bibit siklon tropis 94S.

Selain itu, angin lapisan 3.000 feet menunjukkan adanya belokan angin di wilayah Bangka Belitung yang didukung kelembapan udara cukup tinggi dari lapisan bawah hingga atas.

“Kondisi ini memicu potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang," kata Nenden, Kamis (2/1).

“Kecepatan angin di wilayah ini diprediksi berkisar antara 2 hingga 25 knot, dengan intensitas angin kencang masih berpotensi terjadi, sebagaimana beberapa hari terakhir,” ujarnya.        

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika pun mengingatkan masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi cuaca ekstrem dengan membawa payung atau jas hujan jika bepergian, berhati-hati saat berkendara karena jalanan licin, memeriksa kondisi kendaraan untuk memastikan kelayakannya.

Kemudian menghindari tempat terbuka seperti lapangan, sawah, laut, serta padang luas saat terjadi petir, dan tidak berlindung di bawah pohon atau tempat tinggi saat ada petir.

Masyarakat juga diharapkan terus memantau informasi terkini dari BMKG melalui media resmi atau aplikasi cuaca untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut.

"Langkah-langkah antisipasi sangat penting demi keselamatan masyarakat. Jangan abaikan peringatan dini ini," ujar Nenden. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved