Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bangka Barat

Dua Toko Terbakar Dalam 2 Hari di Kabupaten Bangka Barat

Pada awal tahun 2025, selama dua hari berturut-turut peristiwa kebakaran toko terjadi dua kali di Kabupaten Bangka Barat.

Tayang:
Istimewa
Toko kelontong milik Nia Puspita Atmaja (37) warga Desa Teluk Limau, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, pada Jum'at (3/1/2024) pukul 08.20 WIB. Kebakaran tersebut hanya menimbulkan kerugian materil. 

PARITTIGA, BABEL NEWS - Pada awal tahun 2025, selama dua hari berturut-turut peristiwa kebakaran toko terjadi dua kali di Kabupaten Bangka Barat. Beruntungnya, dari dua kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Kejadian kebakaran pertama, menimpa sebuah toko milik Supriyadi di Desa Cupat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, pada Kamis (2/1) sekitar pukul 18.30 WIB. Kebakaran, diduga disebabkan oleh seorang anak kecil yang bermain korek api di dekat jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM).

Kemudian, kejadian kedua menimpa toko kelontong milik Nia Puspita Atmaja (37) warga Desa Teluk Limau, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, pada Jum'at (3/1) pukul 08.20 WIB. Akibat kebakaran itu, tak ada korban jiwa hanya kerugian materil yang dialami oleh pemilik toko.

Kapolsek Jebus, Kompol Albert Daniel Hamonangan Tampubolon mengatakan, kejadian kebakaran menjadi catatan pihaknya, karena terjadi selama dua hari berturut-turut di wilayah hukum Polsek Jebus.

Ia menjelaskan, kronologis kebakaran yang terjadi di lokasi pertama di Desa Cupat, salah seorang anak yang berada di sekitar lokasi memainkan korek api, lalu kemudian menyambar jeriken berisi pertalite. Kemudian, kejadian kedua di Toko di Desa Teluk Limau berawal dari api yang tiba-tiba keluar dari dalam jeriken pertalite. 

"Pada saat mereka sedang mengecer BBM jenis pertalite dari jeriken 20 liter ke botol plastik 1,5 liter. Tiba-tiba saja api keluar dari dalam jeriken, sehingga api tersebut langsung menyambar ke seluruh pertalite yang berada di dalam botol plastik yang telah diecer," kata Albert Daniel Hamonangan Tampubolon, Jumat (3/1).

Akibat peristiwa kebakaran itu, api langsung membesar dan melebar lalu membakar alat beserta isi toko. "Bersamaan dengan kejadian itu warga di sekitar langsung berdatangan untuk membantu memadamkan api dengan cara menyiramnya dengan air dan pasir," jelasnya.

Berselang satu jam kemudian, kata Albert, api berhasil dipadamkan dan beruntung dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa hanya memgalami sejumlah kerugian materil. "Terkait peristiwa tersebut pihak korban dan pemilik toko sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dan menganggap bahwa kejadian tersebut tanpa sengaja sehingga pihak pemilik toko memakluminya," ujarnya.

Sementara untuk, jumlah kerugian akibat kejadian kebakaran toko milik Nia, berkisar Rp20.000.000 dengan rincian barang yang rusak tebakar, plafon atas toko, etalase, 1 unit kulkas es krim, 1 unit mesin capit, 1 unit handphone merek redmi C12, BBM jenis pertalite dan makanan dan minuman yang ada di dalam toko.

"Tindakan kepolisian telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) , kita memasang police line di tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti dan memeriksa saksi-saksi," pungkasnya. (riu)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved