Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bangka Selatan

Harga Cabai Rawit di Bangka Selatan Tembus Rp90.000 per Kg

Harga bahan pokok di Kabupaten Bangka Selatan, terus merangkak naik pascamomentum Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).

Tayang:
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Sejumlah masyarakat ketika tengah memilih cabai yang hendak dibeli di Pasar Terminal Toboali, Rabu (8/1/2025). Awal tahun 2025 terdapat sejumlah harga bahan pokok mengalami kenaikan, mulai dari cabai hingga komoditas bawang. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Harga bahan pokok di Kabupaten Bangka Selatan, terus merangkak naik pascamomentum Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Kenaikan terjadi terhadap komoditas cabai, bawang hingga perlengkapan dapur lainnya sejak sepekan terakhir. 

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMINDAG) Kabupaten Bangka Selatan, Era Fitrawati mengakui, setidaknya terdapat beberapa komoditas bahan pokok yang mengalami kenaikan selama satu pekan terakhir. Harga bahan pokok mulai merangkak naik menjelang awal Tahun Baru 2025. 

Kenaikan harga ini dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem disertai dengan harga distributor yang turut mengalami kenaikan. "Sudah satu pekan terakhir bahan pokok naik. Ini dipengaruhi oleh cuaca ekstrem," kata Era Fitrawati, Rabu (8/1).

Era Fitrawati menguraikan harga bahan pokok yang mengalami kenaikan yakni cabai rawit harganya kini mencapai Rp90.000 per kilogram, terjadi lonjakan harga sebesar Rp10.000 setelah sebelumnya dijual dengan harga Rp80.000 per kilogram. Sama halnya dengan harga cabai merah keriting, semula dijual Rp55.000 kini menjadi Rp70.000 per kilogram, mengalami kenaikan harga senilai Rp15.000. Kemudian bawang bombai naik Rp5.000 dari semula Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.

"Harga bahan pokok saat ini masih stabil. Tetapi memang ada kenaikan untuk beberapa harga bahan pokok seperti cabai dan bawang bombai," jelas Era Fitrawati.

Era Fitrawati menambahkan, dengan harga bahan pokok saat ini daya beli masyarakat masih terjangkau. Pihaknya menjamin laju inflasi tetap terjaga dan stok bahan pokok dipastikan tetap aman dan tercukupi selama satu hingga dua bulan ke depan. Apabila sirkulasi atau pengiriman barang dari Kota Pangkalpinang menuju Kota Toboali tetap terjaga.

"Mengingat selama tiga sampai empat hari sekali pengiriman bahan pokok dilakukan dari gudang pusat di Pangkalpinang, dari Provinsi Lampung, Sumatera Selatan, Jakarta maupun petani lokal," kata Era Fitrawati. (u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved